Tahapan dalam Menyelesaikan Suatu Masalah dalam Pemrograman

Tahapan dalam Menyelesaikan Suatu Masalah dalam Pemrograman

NESABAMEDIA.COM – Untuk kamu yang sedang belajar pemrograman, atau bahkan kamu yang sudah menjadi seorang programmer, menyelesaikan masalah dalam pemrograman sangatlah berbeda dengan cara menyelesaikan masalah di kehidupan nyata. Hal ini karena bahasa pemrograman diciptakan untuk memberikan perintah kepada komputer.

Sehingga kamu harus mengikuti sistematika dalam menyelesaikan suatu masalah dalam pemprograman. Setidaknya ada beberapa tahapan yang harus diikuti. Kamu bisa melihat artikel tentang tahapan dalam menyelesaikan suatu masalah dalam pemrograman di bawah ini.

Tahapan dalam Menyelesaikan Suatu Masalah dalam Pemrograman

Ada beberapa tahapan dalam menyelesaikan suatu masalah dalam pemrograman. Pastikan kamu mengikuti tahapan ini secara berurutan.

1. Masalah

Masalah

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebagai tahapan dalam menyelesaikan suatu masalah dalam pemrograman adalah mendefinisikan masalah. Maksudnya sebagai manusia kamu haruslah mengerti permasalah apa yang ingin diselesaikan oleh komputer sehingga nanti mampu menghasilkan output yang sesuai dengan apa yang kamu inginkan.

Misalnya, jika kamu seorang pemrograman dan sedang mendapatkan tugas dari atasan, pastikanlah bahwa kamu paham dengan permasalahan yang diberikan oleh atasanmu. Setelah itu, pastikan pula bahwa kamu paham betul apa output yang diharapkan oleh perusahaan kamu.

2. Pseudocode

Tahapan Menyelesaikan Suatu Masalah dalam Pemrograman Pseudocode

Selanjutnya, tahapan yang harus kamu lakukan untuk menyelesaikan suatu masalah dalam pemrgraman adalah pseudocode. Pseudocode sendiri artinya  kode perintah menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Penulisan pseudocode sendiri tidak memiliki aturan sebab bisa ditulis sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Namun, beberapa bahasa atau kata sudah memiliki artinya masing-masing. Misalnya saja seperti Input; memasukkan sesuatu, output; menampilkan sesuatu, repeat; proses pengulangan  b menjadi a, dan masih banyak lagi. Penggunaan pseudocode sendiri memiliki banyak manfaat.

Mulai dari membantu kamu dalam proses penulisan program, sifatnya lugas dan mudah dimengrti, pseudocode juga membantu kamu dalam menjelaskan program pada rekan kerja yang lain sehingga peudocode juga bisa dikatakan sebagai cara untuk memastikan program sudah sesuai dengan ketentuan yang harus dibuat. Nah, jika kamu masih bingung, di bawah ini adalah contoh dari pseudocode.

3. Flowchart

Flowchart

Setelah pseudocode selesai, tahapan dalam menyelesaikan suatu masalah dalam pemrograman yang harus kamu lakukan adalah membuat flowchart. Flowchart artinya sajian algoritma pemrograman dengan menggunakan bahasa yang singkat dalam bentuk bagan/skema, disertai dengan simbol, dan garis penghubung.

Flowchart ini dibuat dengan tujuan sebagai gambaran sederhana tentang proses penyelesaian masalah yang akan menjadi acuan pelaksanaan teknis menyelesaikan masalah.

Ada beberapa jenis flowchart yang bisa kamu gunakan. Misalnya flowchart sistem flowchart program, flowchart dokumen, flowchart proses, dan flowchart skematik. Kamu bisa memilih jenis flowchart yang kamu kuasai atau flowchart yang sesuai dengan kebutuhan.

Ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dari membuat flowchart. Kamu bisa menggunakan flowchart ini sebagai pedoman pembagian tugas dan koordinasi dalam tim, flowchart bisa digunakan untuk menjaga arah pelaksanaan kerja agar tetap fokus, flowchart pun bisa digunakan untuk menghindari pekerjaan yang tidak perlu, flowchart bisa digunakan sebagai benchmark, serta mampu mempermudah identfikasi masalah. Agar lebih jelas, kamu bisa melihat contoh flowchart di bawah ini.

4. Program

Program

Tahapan dalam menyelesaikan suatu masalah dalam pemrograman selanjutnya yaitu program. Setelah membuat flowchartnya, kamu harus menerjemahkan flowchart ke dalam bahasa pemrograman. Bahsa pemrograman sendiri berbeda dengan bahasa biasa.

Sebelum membuat program, pastikan kamu sudah tahu program apa yang akan dibuat, menguasai bahasa pemrograman yang akan kamu pilih, mempelajari konsep dasar pemrograman, kamu juga bisa mencari buku sebagai referensi belajar sebelum membuat program.

Ada beberapa tahapan dalam pembuatan program yang perlu kamu ketahui, diantaranya :

1. Mencari ide

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ide ini bisa berasal dari mana saja. Jika kamu merupakan seorang pelajar yang sedang belajar pemrograman, maka ide tersebut bisa dari tugas yang diberikan oleh guru. Sementara, jika kamu merupakan programer yang bekerja di sebuah perusahaan, maka ide ini berasal dari tugas yang diberikan oleh bosmu.

2. Mempelajari program buatan orang lain

Selanjutnya, setelah mendapatkan tugas, hal yang perlu kamu lakukan adalah mempelajari program buatan orang lain. Dalam tahap ini, kamu mempelajari apa kekurangan serta kelebihan yang ada pada program orang lain. Sehingga data ini bisa menjadi informasi untuk kamu yang ingin mulai membuat program.

3. Mulai membuat sebuah program

Setelah mempelajari program milik orang lain, mulailah untuk membuat program sendiri. Pastikan kamu membuat program yang detail. Mulai dari apa yang akan kamu buat, fitur apa saja yang ada, bahkan apa saja fungsinya.

4. Buat program yang sederhana

Bagi kamu yang masih pemula, kamu bisa membuat program-program yang sederhana. Tentunya denga fitur-fitur yang juga cukup sederhana.

5. Pelajari bahasa pemrograman

Selanjutnya, hal yang harus kamu lakukan adalah mempelajari bahasa pemrograman. Seperti yang kamu ketahui, ada banyak bahasa pemrograman yang bisa kamu gunakan. Pastikan kamu memilih bahasa pemrograman yang mudah dipelajari. Misalnya seperti bahasa pemrograman c++.

6. Pahami konsep dasar pemrograman

Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan dalam membuat program adalah pahami konsep dasar pemrograman. Konsep dasar ini terbagi ke dalam beberapa macam. Pertama yang harus kamu pelajari adalah konsep variabel. Selanjutnya yakni konsep penggunaan looping, dan konsep membuat komentar pada kode-kode pemrograman yang dibuat.

7. Membuat program

Pada tahap ini kamu mulai membuat program dengan mulai membuat prototipe program. Kemudian, tidak lupa untuk menganalisis prototipe yang sudah kamu buat dengan melihat kekurangan serta kelebihannya.

8. Melakukan uji coba prototipe program

Selanjutnya, setelah prototipe proram selesai, hal selanjutnya adalah melakukan uji coba prototipe program. Pada tahap ini, kamu diharuskan mampu menemukan kode-kode yang error atau tidak terbaca agar bisa diperbaiki. Pastikan untuk melakukan uji coba lebih dari satu kali agar prototipe program bisa disempurnakan.

5. Eksekusi

Tahapan dalam Menyelesaikan Suatu Masalah dalam Pemrograman

Selanjutnya, tahapan dalam menyelesaikan suatu masalah dalam pemrograman yakni eksekusi. Dalam tahap ini, kamu mulai melakukan eksekusi terhada program yang sudah disempurnakan sebelumnya. Cobalah program tersebut, lalu analisis dengan baik, apakah program berjalan dengan lancar, ataukan terdapat error.

Biasanya, permasalahan yang ditemui ketika melakukan eksekusi diantaranya logical erroe, syntax error, compilation error, dan interfance error. Namun, jika ternyata pada saat eksekusi tidak ada error maka program sudah bisa digunakan.

6. Hasil

Hasil Program

Terkahir, tahapan dalam menyelesaikan suatu masalah dalam pemrograman adalah hasil. Hasil ini merupakan output dari program yang sudah dibuat atau dari permasalahan yang ingin diselesaikan. Jika hasilnya sesuai dengan apa yang direncanakan pada tahap awal, maka program tersebut dinyatakan berhasil atau permasalahan dinyatakan terselesaikan dengan baik.

Jadi, itulah beberapa tahapan dalam menyelesaikan suatu masalah dalam pemrograman yang bisa kamu ikuti. Ada enam tahapan diantaranya yaitu masalah, pseudocode, flowchart, program, ekseskusi, dan hasil. Kamu bisa mencoba memahami dan mulai mempraktikannya. Selamat mencoba.

Editor: Muchammad Zakaria

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend