• Our Partners:

Ilustrasi Kasus Foto Palsu Hoax Truepic

Truepic dan Qualcomm Kembangkan Teknologi Deteksi Foto dan Video Palsu

NESABAMEDIA.COMTruepic merupakan perusahaan kecil asal San Diego, Amerika Serikat yang mungkin namanya selama ini belum begitu familiar di telinga. Namun, mereka sedang mengerjakan sebuah proyek yang mungkin bisa menjadi pelopor untuk memenuhi kebutuhan yang paling ditunggu oleh banyak pengguna. 

Proyek yang dikerjakan oleh Truepic itu adalah sebuah teknologi yang kemungkinan dijadikan dalam bentuk aplikasi Android, yang mampu menilai keaslian dari sebuah foto atau video yang diunggah di internet. 

Entah itu foto atau video untuk politik, iklan mobil bekas, atau yang paling utama adalah berita atau informasi palsu, hoax. Belakangan hal tersebut sangat sering kita jumpai di internet khususnya di sosial media, yang tak jarang pada ujungnya menimbulkan perdebatan hingga berakhir di pengadilan. 

Mungkin foto atau video palsu itu bisa menjadi sebuah hal yang lucu, namun oleh orang tidak bertanggung jawab, hal tersebut bisa menimbulkan kerugian pada pihak lain. Sayangnya masalah foto atau video palsu itu sangat sulit untuk dilakukan verifikasi yang valid, sehingga kasusnya terus ada muncul silih berganti. 

Itulah yang sedang dilakukan oleh Truepic dengan proyeknya tersebut. Nantinya, pengguna bisa melakukan verifikasi dengan teknologi canggih yang mampu mengetahui keaslian dari sebuah foto atau video yang beredar di internet

Secara teknis, Truepic akan menyisipkan sebuah data yang telah terenkripsi sedemikian rupa di foto atau video ketika diambil. Data enkripsi itu bisa dengan mudah dibaca oleh software seperti Adobe Photoshop dan sejenisnya. Truepic pun mendapatkan bantuan dari Qualcomm untuk mewujudkannya. 

Meski masih dalam tahap pengembangan, namun sejumlah perusahaan sangat tertarik dengan teknologi buatan Truepic dan Qualcomm itu. Paling banyak adalah perusahaan media. Sebut saja kelompok Content Authenticity Initiative, yang berisi sejumlah media kawakan seperti New York Times, dan juga Twitter yang memang membutuhkan keberadaan dari teknologi itu. 

Perusahaan media, juga bisa memiliki sebuah alat yang bisa diandalkan untuk melakukan verifikasi berita yang berdasarkan foto atau video. Terlebih dalam hal politik yang kini sudah dekat dengan pemilu, dan diprediksi akan banyak kabar hoax beredar.

Teknologi ini bisa dibilang sebagai alat yang sangat powerfull, bagi perusahaan semacam asuransi atau penjual di Ebay yang setiap hari disibukkan dengan klaim-klaim atas barang atau produksi palsu dengan menggunakan foto dan video yang sudah diedit oleh pelaku. 

Leave a Reply

Send this to a friend