• Our Partners:

23 Startup di Denmark Menggugat Google, Buntut Monopoli?

23 Startup di Denmark Menggugat Google, Buntut Monopoli?

NESABAMEDIA.COM – Perusahaa yang berasal dari Denmark, akhirnya menggugat Google atas anggapan monopoli yang telah dilakukan perusahaan digital tersebut. Dengan berbagai peritmbangan, akhirnya melaporkan ke pemerintah untuk mendenda Google, Selasa (28/6/2022).

Dilansir dari Katadata, Jobindex selaku perusahaan yang bergerak dalam dunia digital adal Denmark, akhirnya melaporkan Google ke regulator Uni Eropa. Laporan ini mewakili pendapat, yang menyatakan bahwa Google for Job mengambil sebagian besar target pasar yang tidak adil.

Gugatan yang telah diberikan oleh Jobindex ini membahas mengenai percepatan tindakan monopoli dariu regulator Uni Eropa. Terhitung sejak tiga tahun terakhir ini pihak otoritas telah mengawasi adanya tindakan mengenai pencarian kerja menggunakan internet atau online.

Google for Job memiliki andil besar atas pencarian penguna internet, di mana memiliki target pasar dan jangkauan yang lebih luas, mengingat Google merupakan perusahaan raksasa yang telah menguasai situs pencarian. Selain itu, tuntutan ini juga mengambil tidakan Google yang memberikan hasil pencarian dari situs mereka saja.

Padahal, situs pencarian kerja secara online memiliki banyak platform yang berbeda-beda, tidak hanya di Eropa saja melainkan diseluruh dunia. Jobindex merasa bahwa Google telah memonopoli pencariannya, dan hanya menampilkan  pencarian dari situs mereka.

Google for Job sendiri memang telah dirilis pada 2018 lalu di Uni Eropa, namun kehadirannya ini dirasa mengganggu oleh 23 situs pencari kerja secara online, di awal tahun 2019 lalu.

Masih dengan pendapat yang sama, semua platform ini telah merasa bahwa mereka kehilangan pasar dan target konsumen, karena Google diduga telah melakukan cara yang tidak adil, dengan tidak menampilkan situs mereka.

Kaare Danielsen selaku CEO dari Jobindex menyatakan bahwa, mereka telah lama membangun basis data yang besar di Denmark, namun Google seolah-olah langsung menguasai pasaran dan membelokan informasi yang seharusnya mengarah kepada website lain selain Google.

“Tetapi, hanya selang beberapa waktu saja setelah Google for Jobs hadir, kami kehilangan hingga 20% pengunjung website, ini disebab kan oleh mesin pencarian Google, yang menampilkan layanan lokal lebih rendah,” kata Kaare, Senin (27/6).

Editor: Muchammad Zakaria

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend