Sejarah Alat Musik Aceh

Alat Musik Aceh : Sejarah, Asal Daerah dan Cara Memainkan Alat Musik Aceh

Alat musik merupakan salah satu bagian kesenian yang layak untuk dipelajari lebih lanjut. Ada satu bagian wilayah Indonesia yang memiliki cukup banyak alat musik daerah. Berikut ini adalah ulasan tentang alat musik dari Aceh.

Sejarah Alat Musik Aceh

Sejarah Alat Musik Aceh

Tidak banyak hal yang bisa menjelaskan bagaimana alat-alat musik asal Aceh ini berkembang. Beberapa sumber menjelaskan bahwa alat musik di Aceh awalnya digunakan untuk penyebaran agama islam di abad ke 11. Jaman dahulu, alat musik di Aceh digunakan untuk menyambut raja dan iringan bangsawan. Pada saat itu, digunakan terompet dan tabuh yang dimainkan dengan semarak dan meriah.

Berlanjut ke masa peperangan antara rakyat Aceh dengan pasukan Belanda. Alat musik ini digunakan untuk melepas prajurit yang akan pergi ke medan perang dan berjihad untuk negara pada saat itu. Tidak hanya untuk melepas prajurit perang saja, alat musik di Aceh biasanya digunakan untuk mengiringi iringan pengantin. Alat musik di Aceh sangatlah beragam, sehingga penggunaan fungsinya terus meluas hingga daerah Sumatera Barat.

Cukup mudah bagaimana cara menandai alat-alat musik ini berkembang di Aceh. Mulai dari masuknya agama islam di Aceh, maka alat musik ini sudah ada dan terus berkembang. Hal ini dikarenakan fungsi utama dari alat musik pada saat itu adalah untuk mengajak orang untuk belajar agama islam.

Pada saat itu, orang yang bisa memainkan alat musik hanya golongan ulama, raja dan bangsawan saja. Rakyat hanya bisa mendengarkan suaranya saja apabila ada iring-iringan bangsawan sedang lewat. Pada masa itu, hanya sedikit orang yang bisa menjelaskan bagaimana sebuah alat bisa menimbulkan suara yang merdu.

Di abad ke 19 dan 20, mulai terjadi penyebaran ilmu kesenian yang tinggi di Aceh. Pada saat itulah banyak anak-anak yang diajarkan bagaimana cara memainkan alat musik khas ini. Hingga saat ini, ada lebih dari 10 alat musik khas Aceh yang masih harus terus dilestarikan keberadaannya.

Asal Daerah Alat Musik Aceh

Asal Daerah Alat Musik Aceh

Sesuai judulnya, tentu saja alat musik aceh ini berasal dari Aceh. Aceh adalah bagian Indonesia yang ada di paling ujung barat. Lokasi Aceh berdekatan dengan Sumatera Barat. Alat-alat musik dari Aceh mendapatkan banyak perhatian dari negeri tetangga, seperti Malaysia dan Thailand. Tidak sedikit turis yang berkunjung hanya untuk mendapatkan ilmu tentang kesenian Aceh.

Aceh memiliki banyak bagian, seperti Aceh utara dan Aceh selatan. Masing-masing bagian ini memiliki alat musik khas utamanya sendiri. Meski demikian, semua alat musik di Aceh digunakan dalam satu gaungan. Anda bisa menonton pertujukan tari atau drama di Aceh apabila ingin mendengarkan semua alat musik khas Aceh bersatu padu dalam satu suara.

Cara Memainkan Alat Musik Aceh

Cara Memainkan Alat Musik Aceh

Karena ada beberapa alat musik yang akan dibahas, maka berikut ini adalah cara memainkan alat musik dari Aceh:

1. Bangsi Alas

Bangsi Alas adalah jenis alat musik pertama yang akan dibahas. Alat musik yang satu ini dimainkan dengan cara ditiup. Ada tujuh lubang nada di bagian tubuh bangsi alas, sehingga bentuknya kurang lebih sama seperti seruling.

Alat musik ini biasanya digunakan untuk mengiringi penampilan tari Londok Alun. Bangsi Alas terbuat dari bahan bambu dan sudah berkembang pesat. Asal daerah dari Bangsi alas adalah Alas, berada di wilayah Aceh Tenggara.

2. Geundang

Jenis alat musik selanjutnya yang berasal dari Aceh adalah Geundang. Jika Bangsi alas memiliki bentuk seperti seruling, maka geundang memiliki bentuk seperti kendang. Cara memainkannya juga masih dengan dipukul menggunakan alat. Tapi ada beberapa pemain geundang yang memainkannya dengan tangan kosong. Daerah penghasil geundang adalah Aceh utara, aceh barat dan Pidie. Geundang bukanlah jenis alat musik iringan utama, karena ia hanya bertugas untuk menjadi penegas tempo saja.

3. Arbab

Arbab adalah jenis alat musik dari aceh yang terbuat dari batok kelapa. Beberapa arbab dibuat juga menggunakan kulit hewan dan kayu. Arbab ini adalah alat musik gesek, sehingga cara memainkannya kurang lebih sama seperti biola. Alat yang digunakan untuk menggesek arbab adalah Go Arbab. Akan ada beberapa senar yang menempel di bagian tubuh arbab. Sama seperti bangsi alas, arbab juga bisa digunakan untuk mengiringi tarian yang ada di Aceh. Alat musik ini bisa menghasilkan nada tinggi sehingga terdengar sangat sedih dan menyayat hati.

4. Tambo

Alat musik yang satu ini sangat mirip bentuknya dengan bedug masjid. Karena bentuknya sama seperti bedug masjid, maka cara memainkannya pun dengan dipukul. Bagian kulitnya menggunakan kulit kerbau atau sapi yang dikeringkan. Sedangkan bagian tubuhnya dibuat dari batang bok iboh. Anda akan melihat ada tali-tali yang mengikat bagian Tambo. Tali yang digunakan untuk mengikat tersebut adalah serat rotan.

5. Serune Kalee

Alat musik kelima yang berasal dari daerah Aceh adalah Serune Kalee. Alat musik ini sangat populer di berbagai wilayah Aceh. Biasanya serune kalee ini memiliki warna hitam sebagai ciri khas. Serune Kalee dibuat dari bahan kayu dan logam kuningan. Alat musik yang satu ini biasa digunakan untuk mengiringi tari-tarian. Serune Kalee biasanya dimainkan bersama dengan Rapai dan Geundrang. Alat musik Serune Kalee dimainkan dengan cara ditiup.

6. Rapai

Teman dari serune kalee dan geundrang ini juga berasal dari Aceh. Jika Tambo memiliki kesamaan dengan bedug masjid, maka Rapai memiliki bentuk yang kurang lebih mirip dengan rebana. Meski bentuknya mirip, suara yang dihasilkan oleh Rapai berbeda dengan rebana. Rapai adalah salah satu alat musik pukul. Ia dimainkan dengan beberapa nada berupa ketukan tangan.

7. Canang

Alat musik ketujuh yang berasal dari Aceh adalah canang. Alat musik yang satu ini masih tergolong dalam alat musik pukul. Ia terbuat dari logam kuningan dan mirip dengan alat-alat yang masuk dalam golongan gamelan. Ia memiliki cara memainkan dan suara yang kurang lebih sama dengan gong. Canang biasanya terdiri dari dua alat dan satu pemukul panjang seperti pipa.

8. Bereguh

Pernahkah Anda mendengar tentang nama alat musik yang satu ini? Berbeda dengan yang lain, bereguh dibuat dari tanduk kerbau. Ia dimainkan dengan cara ditiup. Ketika ada pemburu di dalam hutan dan tersesat, maka bereguh biasa dijadikan sinyal komunikasi. Hanya ada beberapa nada yang bisa dihasilkan oleh Bereguh. Alat musik ini sudah cukup langka, karena bahan pembuatannya harus dari tanduk kerbau dan tidak bisa lainnya.

9. Kecapi olah

Ada banyak sekali alat musik dari Aceh yang dimainkan dengan cara dipukul, salah satunya adalah kecapi olah. Akan ada dua alat berbentuk seperti gong kecil yang dimainkan dengan alat pukul. Alat pukul dari kecapi olah ini memiliki bentuk yang panjang dengan bantalan di ujung pukulan. Kecapi olah memang sedikit berbeda dengan jenis kecapi lain yang biasanya dimainkan dengan cara dipetik. Alat musik ini biasa digunakan sebagai pengiring tarian di Aceh.

Itu dia hal-hal penting yang harus Anda ketahui tentang alat musik dari wilayah Aceh.

Leave a Reply

Send this to a friend