Windows 10 ARM Integrasi

ARM Hentikan Dukungan Untuk Aplikasi 32-bit, Bagaimana Nasib Windows 10 ARM?

NESABAMEDIA.COMDalam gelaran ARM DevSummit yang akan dihelat pada hari Minggu ini, ada sejumlah kabar besar yang akan diungkap. Meski saat ini pihaknya tengah memfokuskan pada peningkatan dan pembaruan produk-produk yang akan datang, namun kabar perusahaan yang akan menghentikan dukungan terhadap aplikasi 32-bit di CPU ARM mereka, sangat menarik dibahas. Pasalnya, di sisi lain ada Microsoft yang juga tengah mengembangkan integrasi antara Windows 10 dengan ARM. 

ARM mengatakan bahwa dukungan untuk aplikasi 32-bit akan dihentikan pada tahun 2022 mendatang. Kabar ini muncul seiring dengan perusahaan partner mereka yang juga mulai beralih ke aplikasi berbasis 64-bit. 

Misal Apple yang kini juga mengandalkan prosesor buatan ARM untuk MacBook pertama mereka yang menggunakan teknologi tersebut, yang akan dirilis pada tahun 2020 ini.

Kemudian ada juga Cupertino yang sebenarnya sudah lebih dulu memberikan dukungan aplikasi 32-bit pada tahun 2017 silam, untuk beralih ke aplikasi 64-bit. Google juga mengambil langkah yang sama, dengan mengeluarkan kebijakan agar para pengembang beralih ke aplikasi 64-bit agar bisa diunggah ke Play Store.

Lalu apakah hal ini berdampak pada Microsoft dan Windows 10 ARM-nya?

Microsoft saat ini dalam kondisi yang bisa dianggap berada di tengah persimpangan. Karena jika menghentikan dukungan pada program dan aplikasi 32-bit di Windows 10, maka langkah besar pun juga harus mereka ambil. Sementara untuk Windows 10 yang menggunakan ARM, Microsoft harus menerapkan langkah yang berbeda untuk aplikasi 32-bit dan 64-bit. 

Microsoft membutuhkan sumber daya cukup besar jika harus mengintegrasikan aplikasi 64-bit ke Windows 10 ARM. Windows harus tetap bisa mendukung aplikasi 32-bit, agar pengguna bisa mengakses program lama mereka. Sementara untuk aplikasi 64-bit, Microsoft tengah menyiapkan sebuah emulator sebagai jembatannya.

Hal ini sangat tidak efektif dan ideal bagi Microsoft, namun langkah itu wajib diambil oleh perusahaan. Akan tetapi informasi yang didapat masih belum begitu mendetail, bagaimana kebijakan yang akan diterapkan oleh ARM itu, memberikan dampak kepada Microsoft. 

Mungkin saja Microsoft akan lebih memilih bekerjasama dengan Qualcomm sebagai partner penyedia chip untuk Windows 10 ARM. Namun bisa juga Microsoft tetap dengan strategi penggunaan emulator untuk mengatasi perubahan yang dilakukan ARM.

Leave a Reply

Send this to a friend