10+ Contoh Metode Penelitian Beserta Jenis dan Penjelasannya

Bagi Anda yang sudah sering atau pernah menulis suatu karya tulis ilmiah terkait penelitian yang Anda lakukan, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah “metode penelitian”. Nah, pada artikel ini, saya akan menjelaskan beberapa contoh metode penelitian.

Metode penelitian merupakan serangkaian langkah-langkah sistematis yang dilakukan oleh seorang peneliti guna menyelesaikan masalah dari penelitian yang dilakukan sehingga ditemukannya jawaban yang tepat untuk persoalan tersebut.

Adapun tujuan dari metode penelitian ini adalah agar hasil penelitian yang diperoleh tepat sasaran, dapat dipertanggungjawabkan, dan memberikan jawaban untuk masalah yang sedang diteliti. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai contoh-contoh metode penelitian, mari simak penjelasan dibawah ini.

Contoh Metode Penelitian

Contoh Metode Penelitian Kualitatif

Contoh Metode Penelitian Kualitatif

Metode penelitian kualitatif termasuk metode inti yang dapat diterapkan diberbagai aspek. Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang bersifat deskriptif dan analitis dengan berfokus pada pengungkapan makna sosial dari suatu fenomena yang dibangun oleh partisipan ataupun subjek penelitian secara luas dan detail.

Penelitian secara kualitatif lebih menekankan proses penelitian daripada hasil yang akan diperoleh. Kemudian, penelitian secara kualitatif ini bersifat naturalistik, artinya penelitian yang dilakukan sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan. Penelitian ini mengumpulkan data narasi secara mendalam (thick description) seperti wawancara mendalam.

Selain itu, penelitian secara kualitatif juga selalu melibatkan proses induktif, yaitu data hasil pengamatan yang digunakan sebagai dasar penemuan pola dan tema penelitian. Berbagai informasi penting yang dijadikan sebagai sumber data biasanya diperoleh dari penelitian lapangan yang dilakukan. Sedangkan untuk kesimpulan penelitian, para peneliti harus mencari perbandingan yang nyata.

Berikut dibawah ini contoh metode penelitian kualitatif.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian ini mengambil lokasi di kota Surakarta. Secara keseluruhan semua kegiatan dilakukan selama kurang lebih 4
bulan, yaitu sejak bulan Januari 2015 sampai April 2015.

B. Jenis dan Strategi Penelitian

Berikut ini pemaparan singkat serta jelas mengenai jenis dan strategi yang digunakan dalam penelitian ini.

1. Jenis Penelitian

Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah, disebut juga sebagai metode etnografi. Penelitian kualitatif dilakukan pada objek alamiah yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada objek tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif.

Metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, kondisi, sistem pemikiran ataupun peristiwa pada masa sekarang. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif karena analisis datanya berupa kata-kata tertulis atau lisan dan mempertimbangkan pendapat orang lain yang bisa disebut dengan narasumber.

2. Strategi Penelitian

Deskriptif kualitatif dalam penelitian ini digunakan untuk mengembangkan teori yang dibangun melalui data yang diperoleh di lapangan. Metode kualitatif  peneliti pada tahap awalnya melakukan penjelajahan, selanjutnya melakukan pengumpulan data yang mendalam, mulai dari observasi sampai dengan penyusunan laporan.

Penelitian ini menggunakan strategi penelitian kualitatif interaktif. Studi kasus dalam penelitian ini yaitu:
a. Pengamen jalanan di kota Surakarta, mencakup:

  1. Macam-macam pengamen jalanan di kota Surakarta.
  2. Latar belakang sosial ekonomi para pengamen jalanan di kota Surakarta.
  3. Jumlah pengamen jalanan di kota Surakarta.
  4. Kegiatan pengamen jalanan sehari-hari di kota Surakarta.

b. LIMNAS di Kota Surakarta, mencakup:

  1. Tugas LIMNAS di kota Surakarta.
  2. Tempat jaga LIMNAS kota Surakarta.
  3. Larangan pengamen di kota Surakarta.
  4. Usaha-usaha pemerintah mengatasi banyaknya pengamen jalanan.

c. PKL di alun-alun selatan keraton hadiningrat kota Surakarta, mencakup:

  1. Pemasangan tulisan larangan pengamen pada pintu pagar di alun-alun selatan keraton hadiningrat.
  2. Larangan tersebut dipatuhi oleh pengamen dan pengunjung.
  3. Terdapat manfaat dengan adanya larangan tersebut.

C. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah pengamen jalanan yang berada di kota Surakarta, LIMNAS sebagai petugas pemerintah kota Surakarta, dan pedagang kaki lima yang berjualan di alun-alun selatan keraton hadiningrat kota Surakarta.

2. Objek Penelitian

Objek penelitian adalah aspek-aspek pengamen jalanan, pemerintah, serta PKL di alun-alun selatan keraton hadiningrat kota Surakarta.

D. Sumber Data

Menurut Arikunto (1998:144), sumber data adalah subjek dari mana suatu data dapat diperoleh.  Pada penelitian kualitatif, kegiatan
kegiatan ini dilakukan secara sadar, terarah dan senantiasa bertujuan memperoleh suatu informasi yang diperlukan. Berbagai sumber data yang akan dimanfaatkan dalam penelitian ini sebagai berikut.

1. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Sumber data primer yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

  • Informasi dari pengamen jalanan di kota Surakarta.
  • Informasi dari LIMNAS kota Surakarta.
  • Informasi dari PKL di alun-alun selatan keraton hadiningrat kota Surakarta.
  • Tempat dan peristiwa berlangsungnya aktivitas pengamen jalanan. Hal ini lokasinya adalah di kota Surakarta.

2. Data Sekunder

Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh bukan secara langsung dari sumbernya. Penelitian ini sumber data sekunder yang dipakai adalah sumber tertulis seperti sumber buku, majalah ilmiah, dan dokumen-dokumen dari pihak yang terkait mengenai masalah pengamen jalanan di surakarta.

E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Sesuai dengan penelitian kualitatif dan jenis sumber data yang digunakan, maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Teknik Pengumpulan Data

Menurut Maryadi dkk (2010:14), Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah teknik yang memungkinkan diperoleh data detail dengan waktu yang relatif lama. Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa pengumpulan data merupakan teknik yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data yang diperlukan dari narasumber dengan menggunakan banyak waktu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara, dan dokumentasi.

2. Instrumen Pengumpulan Data

Menurut Sanjaya (2011:84), Instrumen penelitian adalah alat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi penelitian. Adapun, instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri.

F. Keabsahan Data

Trianggulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan data atau sebagai pembanding terhadap data itu. Penelitian ini menggunakan tiga macam trianggulasi, yang pertama, trianggulasi sumber data yang berupa informasi dari tempat, peristiwa dan dokumen serta arsip yang memuat catatan berkaitan dengan data yang dimaksud.

Kedua, trianggulasi teknik atau metode pengumpulan data yang berasal dari wawancara, observasi, dan dokumen. Ketiga, trianggulasi waktu pengumpulan data merupakan kapan dilaksanakannya trianggulasi atau metode pengumpulan data.

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis interaktif. Model ini ada 4 komponen analisis yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Contoh Metode Penelitian Kuantitatif

statistik

Sama halnya dengan metode penelitian kualitatif, metode kuantitatif ini juga termasuk metode inti yang dapat diterapkan di berbagai aspek. Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang menggunakan data berupa angka, numerik ataupun statistik dengan berfokus pada hasil pengukuran secara objektif menggunakan analisis statistik.

Biasanya, metode ini sering digunakan didalam penelitian sejenis observasi lapangan. Hasil penelitian dari metode penelitian kuantitatif ini biasanya digambarkan dalam bentuk tabel, grafik, diagram dan yang lainnya. Adapun tujuan dari metode ini adalah untuk menentukan hubungan antar variabel didalam sebuah populasi.

Hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan pada sampel yang merepresentasikan populasi objek penelitian. Fokus utama dari penelitian kuantitatif adalah melakukan klasifikasi, perhitungan, dan konstruksi model statistik guna menjelaskan objek penelitian yang dilakukan. Objektivitas data menjadi prioritas utama didalam penelitian secara kuantitatif saat mengkaji suatu fenomena sosial.

Dalam melakukan penelitian secara kuantitatif, ada beberapa langkah/tahapan yang harus dilakukan oleh setiap peneliti. Pertama, menentukan rumusan masalah dari objek penelitian. Kedua, mendesain model penelitian dan juga instrumen pengumpulan data didalam penelitian. Ketiga, melakukan pengumpulan data, menganalisis dan mengolah data dan yang terakhir adalah mendesain laporan. Adapun, proses pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan instrumen yang terstruktur, seperti kuesioner, lembar survei ataupun polling.

Berikut dibawah ini contoh metode penelitian kuantitatif.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Tipe Penelitian

Penelitian kuantitatif umumnya untuk hipotesis atau mendukung hipotesis. Dan digunakan ketika peneliti ingin mengetahui apa saja hal yang memengaruhi terjadinya suatu fenomena dengan kata lain peneliti ingin mengetahui hubungan antar dua variabel atau lebih yang menjadi objek penelitian. Dengan demikian pada penelitian ini digunakan penelitian kuantitatif karena peneliti ingin mengetahui seberapa besar pengaruh yang ada antara terpaan berita pada rubrik surat kabar dengan minat pemilih pemula untuk berpartisipasi pada pemilu 2014.

3.2 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan survey. Pada umumnya, pengertian survey dibatasi pada penelitian yang datanya dikumpulkan dari sampel atas populasi untuk  mewakili seluruh populasi. Dengan demikian penelitian survey adalah “penelitian
yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok” (Singarimbun, 1995:3).

Dalam penelitian ini peneliti ingin mencari jawaban mengenai apakah suatu variabel dapat mempengaruhi variabel yang lain. Dalam hal ini, variabel (X) yaitu rubrikasi pada surat kabar dan variabel (Y) adalah minat dalam menggunakan hak suara. Dan untuk memperoleh jawaban tersebut peneliti melakukannya dengan metode survey.

Penelitian kuantitatif dengan metode survey dilakukan dengan pengumpulan data yang menggunakan kuesioner yang disebarkan pada sekelompok orang yang disebut responden. Dan kemudian respon yang diberikan memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan mengenai keseluruhan kategori orang-orang yang diwakili oleh responden. Penelitian ini bersifat asosiatif (korelasional) yaitu model penelitian yang bermaksud untuk menjelaskan hubungan antar variabel yang diteliti.

3.3 Variabel Penelitian

Pada penelitian ini ada dua variabel penelitian yang digunakan, yaitu :

a. Variabel Bebas / Independen

Variabel independen adalah variabel yang tidak dipengaruhi oleh variabel-variabel lain melainkan variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Rubrik “Menuju Pemilu 2014” Pada Surat Kabar Tribun Lampung (X).

b. Variabel Terikat / Dependen

Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel dependen. Perubahan perilaku pemilih pemula dalam minat menggunakan hak memilih pada pemilu dianggap sebagai variabel terikat (Y).

3.4 Populasi

Menurut Arikunto (2002:108) populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Adapun populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Lampung Jurusan Ilmu Komunikasi yang membeli dan membaca rubrik “Menuju Pemilu 2014”. Yang kemudian peneliti akan mengadakan prasurvey dengan kriteria karena berdasarkan usia mereka termasuk kedalam usia pemilih pemula dan berdasarkan hasil pra survey mereka membaca rubrik tersebut pada surat kabar Tribun Lampung.

3.5 Sampel

Menurut Arikunto (2002:109) sampel adalah “sebagian atau wakil populasi yang diteliti”. Berdasarkan populasi yang sebelumnya sudah disebutkan, dan dari dari hasil pra survey dengan kriteria bahwa mahasiswa pemilih pemula tersebut membaca dan
mengikuti berita pada rubrik tersebut maka digunakanlah teknik total sampling dengan sejumlah sampel untuk penelitian ini adalah 48 orang.

3.6 Jenis Data

3.6.1 Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung oleh peneliti berdasarkan responden yang mengisi Angket / Kuesioner. Pada penelitian survey, penggunaan angket/kuesioner merupakan hal yang pokok untuk pengumpulan data. Hasil angket/kuesioner tersebut menghasilkan angka-angka, tabel analisa statistik dan uraian serta kesimpulan hasil penelitian. Analisa data kuantitatif didasarkan pada hasil angket/kuesioner.

3.6.2 Data Sekunder

Data sekunder adalah data penunjang penelitian yang diperoleh dari berbagai sumber yang digunakan untuk melengkapi penelitian. Diperoleh berdasarkan data/laporan-laporan tertulis yang dikeluarkan oleh subjek penelitian. Ditambah juga dengan membaca atau mempelajari buku-buku teks, catatan kuliah, makalah-makalah, internet dan lain-lain yang berhubungan dengan penelitian serta yang dapat menunjang penelitian ini.

3.7 Teknik Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang lengkap dan akurat serta dapat dipertanggungjawabkan kebenaran ilmiahnya, penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

a. Kuesioner

Yaitu memberikan daftar pertanyaan atau angket tertulis mengenai pengaruh rubrik yang menampilkan pemberitaan tentang penyelenggaraan Pemilu 2014 di Surat Kabar Harian Tribun Lampung terhadap minat untuk menggunakan minat memilihnya setelah melihat perkembangan berita di media massa yang dijawab oleh responden dengan menyertakan alternative jawaban untuk kemudian dikumpulkan, diteliti lebih lanjut dan dinilai.

b. Studi Pustaka

Pengumpulan data dengan membaca buku, literatur pendukung atau karya ilmiah dan sumber lainnya yang berhubungan dengan penelitian.

3.8 Teknik Pengolahan Data

Setelah mengumpulkan data dari lapangan, maka langkah selanjutnya adalah pengolahan data dalam penelitian dengan menggunakan tehnik sebagai berikut :

1. Editing

Editing adalah proses kegiatan memeriksa kembali data yang telah di isi atau di jawab oleh responden. Pada tahap ini peneliti memeriksa kembali kuesioner yang sudah diiisi oleh responden sebanyak 48 orang.

2. Koding

Koding adalah pengolahan data yang sudah masuk dimana jawaban responden diklasifikasikan menurut jenis pertanyaan dengan jalan member tanda pada tiap – tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama.

3. Tabulasi
Tabulasi adalah mengelompokkan jawaban-jawaban berdasarkan kategori yang sama ke dalam bentuk tabel.

Skala pengukuran dalam penelitan ini menggunakan tipe skala Likert dalam pengukurannya. Skala likert ialah skala yang dipergunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial. Adapun alternative jawaban yang disediakan terdiri dari 4, berupa pertanyaan yang diklasifikasikan sebagai berikut : sangat setuju bernilai 4, setuju bernilai 3, tidak
setuju bernilai 2, dan sangat tidak setuju bernilai 1.

3.9 Uji Normalitas

Uji data distribusi normal dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa data sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Dan ada beberapa teknik yang bisa digunakan untuk uji normalitas ini namun pada penelitian ini peneliti akan menggunakan uji Kolomogorov-Smirnov atau yang lebih dikenal dengan Uji K-S yang dihitung menggunakan program SPSS versi 19.

3.10 Teknik Analisis Data

Analisis data dalam penelitian kuantitatif dilakukan dengan menggunakan teknik statistik sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian serta jenis data yang dianalisis untuk keperluan pengujian hipotesis. Dalam hal ini dilakukan dengan menggunakan
rumus Regresi Linier untuk mengetahui apakah variabel X dapat mempengaruhi variabel Y.

Contoh Metode Penelitian Deskriptif

Contoh Metode Penelitian Deskriptif

Metode penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang mendeskripsikan, menjelaskan dan memvalidasi fenomena sosial yang menjadi subjek atau objek penelitian dalam memecahkan sebuah rumusan masalah. Penelitian secara deskriptif ini adalah penelitian naratif yang digunakan untuk desain riset kualitatif atau kuantitatif.

Melalui metode ini, para peneliti akan mampu mengidentifikasi apa, mengapa, dan bagaimana suatu fenomena sosial bisa terjadi. Metode penelitian ini dapat diterapkan dalam fenomena sosial atau permasalahan yang sangat beragam. Dalam penelitian ini, para penelitia tidak memiliki kendali pada variabel tertentu dalam menjelaskan fenomena sosial. Subjek penelitian lah yang memiliki kendali terhadap variabel.

Adapun ciri-ciri dari penelitian secara deskriptif yaitu berfokus pada pokok permasalah yang ada, menggambarkan fakta pada suatu permasalahan yang sedang diteliti, dan terdapat garis hubungan antar fenomena sehingga para peneliti harus menghubungkannya dengan baik.

Berikut dibawah ini contoh metode penelitian deskriptif.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Metode penelitian adalah suatu cara yang dipergunakan dalam sebuah penelitian untuk mencapai tujuan penelitian. Metode penelitian atau sering disebut juga metodologi penelitian adalah sebuah desain atau rancangan penelitian. Rancangan ini berisi rumusan tentang objek atau subjek yang akan diteliti, teknik-teknik pengumpulan data, prosedur pengumpulan dan analisis data berkenaan dengan fokus masalah tertentu.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan jenis studi korelasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian deskriptif (descriptive research) adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini atau saat yang lampau.

Pemilihan metode deskriptif korelasional dalam penelitian ini didasari oleh maksud dari peneliti yang ingin mengkaji dan melihat derajat hubungan hubungan antara kesiapan belajar dengan hasil belajar peserta didik Kelas XI MA Matholiul Huda Bugel Jepara Tahun Pelajaran 2012/2013.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Sedangkan penelitian ini akan dilakukan di MA Matholiul Huda Bugel Jepara dari tanggal 17-27 Maret 2013.

C. Populasi dan sampel Penelitian

Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu dan
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik MA Matholiul Huda Bugel Jepara tahun pelajaran 2012/2013.

Sampel adalah sebagian dan jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel yang diambil dalam penelitian
ini adalah 72 dari 358 peserta didik kelas XI MA Matholi‟ul Huda Bugel Jepara tahun pelajaran 2012/2013.

D. Variabel dan Indikator Penelitian

1. Variabel Bebas

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kesiapan belajar pada peserta didik kelas XI Semester 2 di MA Matholi‟ul Huda Bugel Jepara Tahun Pelajaran 2012/2013.

2. Variabel Terikat

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.45 Variabel terikat dari penelitian ini adalah hasil belajar matematika pada peserta didik Kelas XI semester 2 di MA Matholi‟ul Huda Bugel Jepara Tahun Pelajaran 2012/2013.

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Metode Angket

Metode angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui. Metode angket ini digunakan untuk mendapatkan data tentang kesiapan belajar peserta didik kelas XI semester 2 di MA Matholi‟ul Huda Bugel Jepara tahun pelajaran 2012/2013.

2. Metode Tes

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Metode tes ini digunakan untuk mengukur hasil belajar matematika pokok bahasan limit pada peserta didik kelas XI semester 2 di MA Matholi‟ul Huda Buge1 Jepara tahun pelajaran 2012/2013.

3. Metode Dokumentasi

Digunakan untuk mendapatkan data tentang daftar nama, jumlah peserta didik dan hasil belajar peserta didik pada pokok bahasan limit kelas XI Semester 2 di MA Matholi‟ul Huda Bugel Jepara Tahun Pelajaran 2012/2013.

4. Metode Analisis Data

Untuk menganalisis data yang telah terkumpul dari hasil penelitian yang bersifat kualitatif ini, maka penulis menggunakan analisis statistik.

Contoh Metode Penelitian Karya Ilmiah

karya ilmiah

Karya ilmiah merupakan jenis karya tulis yang dilandasi oleh teori-teori dan metode-metode ilmiah guna memecahkan suatu permasalahan yang berisi data, fakta dan juga solusi. Setiap karya ilmiah yang ditulis tentu membutuhkan metode penelitian dalam penyusunannya.

Penelitian pada karya ilmiah dilakukan secara runtut atau sistematis. Adapun beberapa metode penelitian didalam karya ilmiah yang biasanya digunakan adalah metode eksperimen, deskriptif, komparatif, dan yang lainnya. Metode eksperimen merupakan metode penelitian yang menggunakan sebuah percobaan didalam penelitian. Metode deskriptif merupakan metode penelitian yang menggambarkan berbagai fenomena yang ada. Metode komparatif merupakan metode penelitian yang melakukan perbandingan nyata antar fenomena.

Berikut dibawah ini contoh metode penelitian karya ilmiah.

BAB III

METODE PENELITIAN KARYA ILMIAH

Jenis Penulisan

Penulis menggunakan jenis penulisan deskriptif kualitatif yaitu memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai masalah yang diteliti kemudian dikembangkan menjadi suatu gagasan kreatif sehingga menjadi solusi yang inovatif, kreatif, dan produktif.

Sumber Data

Data yang digunakan didalam penelitian ini berdasarkan sebuah pemikiran tentang fenomena pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia. Kemudian, penulis menggunakan metode penulisan Library reseach (Riset Kepustakaan) sebagai metode pengumpulan data. Dalam hal ini, penulis membaca dan menganalisis literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan.

Analisis Data

Analisis data dalam karya ilmiah ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan membuat gambaran secara sistematis mengenai hubungan antara fenomena yang diselidiki kemudian hasilnya berupa perpaduan analisis data-data dengan analisis kualitatif.

Sistematika Penulisan

Penulisan karya ilmiah ini terdiri dari lima bab dan setiap bab terdiri dari beberapa sub pembahasan dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

  1. Bab pertama: pendahuluan, menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat dalam penulisan karya ilmiah ini.
  2. Bab kedua, menguraikan landasan teori dan konsep-konsep yang relevan dengan permasalahan yang diteliti serta mengemukakan solusi yang pernah dilakukan terkait masalah yang diteliti dalam penulisan karya ilmiah ini.
  3. Bab ketiga, menguraikan metode penulisan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini baik dari proses pengumpulan data sampai pengolahan atau analisanya.
  4. Bab keempat, menguraikan hasil penelitian dari masalah yang biasanya berisi pendapat atau ide gagasan yang sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan yang berdasarkan pada fakta, data, dan teori yang ada.
  5. Bab kelima: penutup, menguraikan kesimpulan dan saran yang relevan dengan gagasan/kebijakan yang diusulkan.

Contoh Metode Penelitian Skripsi

skripsi

Skripsi merupakan salah satu jenis karya tulis ilmiah yang dikenal sebagai tugas akhir bagi mahasiswa S1 di perguruan tinggi. Setiap mahasiswa yang ingin menyelesaikan pendidikan S1 -nya tentu harus mengerjakan skripsi sebagai syarat kelulusan. Didalam penulisan skripsi, mahasiswa membutuhkan metode/metodologi penelitian sehingga penelitian yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan.

Biasanya, metode penelitian skripsi tidak terlepas dari dua metode inti yaitu kualitatif dan kuantitatif. Bahkan, guna mencapai hasil yang lebih baik, mahasiswa juga menambahkan metode penelitian lainnya yang lebih spesifik seperti metode deskriptif analitis.

Metode penelitian skripsi umumnya terdiri dari teknik pendekatan, pengumpulan data hingga analisa data. Berikut dibawah ini contoh metode penelitian skripsi.

Metodologi Penelitian

Beberapa tahapan yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Studi Literatur

Pada tahap ini, dilakukan pengumpulan materi dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian. Materi dan informasi yang dikumpulkan berkaitan dengan laboratorium hematologi serta hal-hal yang berkaitan lainnya. Studi literatur yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari buku, jurnal, e-book, website, dan berbagai sumber lainnya.

2. Pengumpulan Data

Pada tahap ini, dilakukan pengumpulan data hasil laboratorium hematologi. Data diperoleh dari salah satu rumah sakit yang ada di Medan, Sumatera Utara. Data berupa riwayat pemeriksaan laboratorium pasien rawat jalan dan inap yang berupa file berekstensi .csv.

3. Analisis Permasalahan

Pada tahap ini, dilakukan analisa terhadap informasi dan data yang sudah diperoleh seperti cara memanfaatkan data yang diperoleh guna menghasilkan insight yang bermanfaat, penerapan algoritma Naïve Bayes pada penelitian dan yang lainnya.

4. Perancangan Sistem

Pada tahap ini, dilakukan perancangan sistem dan arsitektur yang berupa diagram arsitektur sistem, struktur antarmuka sistem, serta rancangan dari aplikasi yang akan dikembangkan.

5. Implementasi Sistem

Pada tahap ini, dilakukan implementasi dari perancangan yang sudah dilakukan kedalam program. Pada penelitian ini, bahasa pemrograman yang digunakan adalah python dan HTML. Hasil yang diperoleh dari tahap ini adalah aplikasi berbasis website.

6. Pengujian Sistem

Pada tahap ini, dilakukan pengujian terhadap aplikasi yang sudah dibuat dengan memasukkan data training dan data testing yang sudah disiapkan.

7. Dokumentasi dan Penyusunan Laporan

Pada tahap ini, dilakukan dokumentasi dan penyusunan laporan dari penelitian yang sudah dibuat. Secara umum, laporan yang dihasilkan berisi latar belakang dari penelitian yang dilakukan, landasan teori, perancangan sistem hingga implementasi sistem.

Contoh Metode Penelitian Makalah

makalah

Makalah merupakan sebuah karya tulis yang bersifat ilmiah dan berisi pembahasan mengenai suatu topik tertentu. Didalam membuat sebuah makalah diperlukan metode penelitian yang tertulis didalamnya. Metode tersebut dapat berupa kualitatif maupun kuantitatif, meskipun pada umumnya penulisan makalah menggunakan metode kualitatif. Selain kedua metode tersebut, makalah juga menggunakan metode ilmiah lainnya seperti metode deskriptif dan eksperimen.

Berikut dibawah ini contoh metode penelitian makalah.

BAB III

METODOLOGI PENULISAN MAKALAH

3.1 Jenis Penulisan

Jenis penulisan yang digunakan oleh penulis adalah makalah atau paper yang merupakan rumusan atau simpulan pemikiran sebagai hasil telaah atau pengkajian sederhana dari sebuah referensi bacaan, pemikiran tokoh, ilmuwan atau penulis sebelumnya.

3.2 Fokus Penulisan

Penulisan karya tulis ilmiah ini berfokus pada implementasi aplikasi We are Scientist sebagai aplikasi belajar interaktif untuk mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.

3.3 Sumber dan Jenis Data

Sumber data yang digunakan oleh penulis adalah data sekunder yang merupakan data yang diperoleh penulis dari sumber yang sudah ada. Adapun jenis data yang digunakan berdasarkan tipe penelitian adalah data kualitatif yang dapat menggunakan kata-kata untuk menggambarkan fakta dan fenomena yang diamati.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan pada penulisan ini yaitu:

a. Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi. Melalui observasi, penulis mengamati pemahaman target pengguna terkait ilmu pengetahuan dan teknologi, perilaku manusia, dan yang lainnya.

b. Study Literatur
Penulis mencari dan mempelajari studi literatur dan referensi terkait makna ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, fakta-fakta ilmiah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah dibuktikan secara ilmiah, dan yang lainnya. Semua informasi tersebut didapatkan melalui jurnal ilmiah, karya tulis, sumber internet, dan buku.

3.5 Analisis Data

Langkah selanjutnya adalah menganalisis data dan informasi yang sudah diperoleh dan mencoba untuk meneliti dan memperkirakan apakah data dan informasi tersebut dapat digunakan untuk perancangan sistem atau tidak. Pada tahap ini akan didapatkan data dan informasi yang dapat digunakan dalam perancangan aplikasi We are Scientist.

3.6 Penarikan Kesimpulan dan Evaluasi

Penulis merumuskan kesimpulan dari sistem yang dirancang dimulai dari segala hal yang terjadi selama pengamatan, penganalisaan dan penginterpretasian data serta perancangan sistem. Pada tahap ini, akan didapatkan kesimpulan dari sistem yang dirancang. Setelah itu, dilakukan evaluasi perancangan sistem yang berkaitan dengan cara kerja sistem, keefisienan sistem, dan keefektifan sistem.

Contoh Metode Penelitian Sosial

Contoh Metode Penelitian Sosial

Penelitian sosial berfokus pada berbagai jenis fenomena sosial yang terjadi didalam masyarakat. Umumnya, jenis metode penelitian yang digunakan adalah melalui pendekatan kualitatif dan kuantitatif.

Langkah pertama dalam melakukan penelitian sosial adalah merumuskan isu objek penelitian kemudian merumuskan masalahnya. Selanjutnya, memilih ilmu apa yang akan diterapkan didalam penelitian. Setelah itu, barulah pengukuran data dilakukan yang nantinya akan dilanjutkan dengan pengumpulan data sebagai sumber penelitian.

Setelah semua data berhasil dikumpulkan, peneliti akan melakukan analisa data. Terakhir, hasil analisa tersebut akan disusun menjadi sebuah laporan penelitian.  Berikut dibawah ini contoh metode penelitian sosial.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field ressearch)  yakni pengamatan langsung terhadap obyek yang diteliti guna
mendapatkan data yang relevan. Metode yang akan digunakan dalam  penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian analisis  kuantitatif, yaitu menggunakan analisis data secara mendalam dalam  bentuk angka.

3.2 Sumber Data

Ada dua jenis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder.

3.2.1 Data Primer

Data primer adalah data yang didapat peneliti dari sumber pertama baik individu atau perseorangan seperti  hasil wawancara atau pengisian kuesioner yang biasa  dilakukan oleh peneliti. Dalam penelitian ini yang menjadi data primer adalah data yang berkaitan dengan  promosi, diferensiasi citra serta minat. Untuk memperoleh  data tersebut, peneliti melakukan wawancara dengan pihak
Rumah Zakat cabang Semarang. Disamping wawancara, peneliti juga memperoleh data dari para muzzaki dengan  cara menyebarkan kuesioner yang telah disediakan oleh  peneliti. Kuesioner tersebut didesain dengan menggunakan skala likert.

3.2.2 Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh atau dikumpulkan melalui buku-buku, brosur dan artikel yang di dapat dari website yang berkaitan dengan penelitian. Atau data yang berasal dari orang-orang kedua atau bukan data yang datang secara langsung, data ini mendukung pembahasan dan penelitian, untuk itu beberapa sumber buku atau data yang di peroleh akan membantu dan mengkaji secara kritis penelitian tersebut. Untuk memperoleh data tersebut peneliti mengambil beberapa buku, brosur, website, dan contoh penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian ini.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:

3.3.1 Metode Angket (Kuesioner)

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

3.3.2 Metode Wawancara (Interview)

Merupakan teknik pengambilan data di mana peneliti langsung berdialog dengan responden untuk menggali informasi dari responden. Peneliti akan melakukan wawancara kepada pihak manajemen Rumah Zakat Cabang Semarang untuk mendapatkan data tertentu, terutama apabila data yang diperoleh melalui metode dokumentasi ada yang belum jelas.

3.4 Populasi dan Sampel

Populasi adalah kumpulan dari semua kemungkinan orang-orang, benda-benda, dan ukuran lain yang menjadi objek perhatian atau
kumpulan seluruh objek yang menjadi perhatian. Sedangkan sampel adalah suatu bagian dari populasi tertentu yang menjadi perhatian.

Dalam teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik probabilitas sampling (sampel acak) karena peranan muzakki sama dalam mewakili populasinya, disamping itu untuk mempermudah dalam menentukan sampel yang mudah ditemui. Responden yang dipilih adalah Muzakki Rumah Zakat Indonesia Cabang Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua muzakki di Rumah Zakat cabang Semarang sebanyak 3.109 orang. Untuk memudahkan peneliti dalam pengolahan data maka peneliti membulatkan sampel dari 99,96 menjadi 100 sampel.

3.5 Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik penelitian. Obyek penelitian yang dimaksud adalah minat masyarakat menjadi muzakki di Rumah Zakat cabang Semarang. Pada dasarnya penentuan variabel penelitian merupakan operasionalisasi kontrak supaya dapat diukur.

3.6 Teknik analisis data

Metode analisis data adalah suatu metode yang digunakan untuk mengolah hasil penelitian guna memperoleh suatu kesimpulan. Teknik analis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan alat analisis berupa regresi berganda.

Contoh Metode Penelitian Eksperimen

eksperimen

Salah satu metode penelitian ilmiah yang sering dilakukan dalam penelitian sains atau laboratorium adalah metode penelitian eksperimen. Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk menemukan pengaruh atau hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Ada 3 unsur yang umumnya digunakan pada metode ini yaitu kontrol, manipulasi dan pengamatan.

Sama halnya dengan jenis metode penelitian lainnya, dalam melakukan metode penelitian ekspresimen, seorang peneliti harus merumuskan masalah yang akan diteliti, melakukan study literatur, merencanakan penelitian, melakukan eksperimen, menganalisa data yang diperoleh, dan membuat laporan. Berikut dibawah ini contoh metode penelitian eksperimen.

III. METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen (true experiment), diartikan sebagai metode yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan. Dalam hal ini penulis menggunakan kelas kontrol sebagai pembanding maka penelitian ini juga bisa disebut eksperimen murni. Metode ini digunakan atas dasar pertimbangan bahwa sifat penelitian eksperimental yaitu mencoba sesuatu untuk mengetahui atau akibat dari suatu perlakuan.

Disamping itu peneliti ingin mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang diselidiki atau diamati. Mengenai metode eksperimen ini, Sugiono (2008:3) mengemukakan bahwa secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Dalam metode eksperimen harus ada faktor yang di uji cobakan, dalam hal ini faktor yang dicobakan circuit training dan interval training untuk diketahui pengaruhnya terhadap yaitu VO2Max. Untuk mengetahui pengaruh circuit training dan interval training
terhadap VO2max digunakan instrument penelitian berupa Bleep test yang mengandung unsur kecabangan olahraga khususnya cabang olahraga bolabasket.

B. Desain Penelitian

Menurut Nazir (1988:74) desain penelitian adalah Semua proses yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian. Penelitian eksperimen mempunyai berbagai macam desain. Penggunaan desain tersebut disesuaikan dengan aspek penelitian serta pokok masalah yang ingin diungkapkan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-test, post-test, group design yaitu kelompok diberikan tes awal untuk mengukur kondisi awal. Selanjutnya pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan. Sesudah selesai perlakuan kelompok diberi tes lagi sebagai tes akhir.

C. Definisi Operasional Variabel

Definisi operational adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variabel dengan cara memberikan arti, atau menspesifikasikan kegiatan. Pengaruh latihan sirkuit dan interval untuk VO2max dalam menyamakan persepsi mengenai variabel yang diukur dalam penelitian ini. Maka, perlu dipaparkan sebagai berikut:

1. Latihan sirkuit

Yang dimaksud dengan latihan sirkuit dalam penelitian ini merupakan suatu metode latihan yang diselingi dengan waktu istirahat disetiap sirkuitnya dan disetiap posnya, jeda istirahat dilakukan dengan gerakan pasif dan setiap pos yang memberikan latihan yang berbeda.

2. Latihan interval

Yang dimaksud dengan latihan interval adalah suatu metode latihan yang diselingi interval atau jeda istirahat antar set, atau sesi per unit latihan dengan treatmen yang sama sesuai durasi yang ditentukan.

3. VO2Max

Yang dimaksud dengan VO2max dalam penelitian ini adalah kapasitas maksimum paru paru dalam menampung oksigen, yang
mana dapat dilihat dari banyaknya oksigen yang masuk ke dalam peredaran darah karena pompa jantung, jadi daya tahan jantung =
kapasitas maksimal paru-paru.

D. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah kumpulan keseluruhan objek yang akan dikaji dalam suatu penelitian. Adapun populasi yang sama dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bolabasket sebanyak 60 siswa.

2. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang mempunyai tingkat karakteristik yang sama, karena populasi kurang dari 100 yaitu 60 orang, maka sampel diambil seluruhnya.

E. Variabel dan Data Penelitian

1. Variabel Penelitian

Menurut Emzir (2010:24) Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Variabel dalam penelitian ini menggunakan 2 (dua) variabel bebas dan 1 (satu) variabel terikat.

a) Variabel Bebas (X)

Variabel bebas adalah variabel yang nilai-nilainya tidak tergantung pada variabel lainnya yang berguna untuk meramalkan nilai variabel yang disimbolkan (X). Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah Circuit Training (X¹) dan Interval training (X²)

b) Variabel Terikat (Y)

Variabel terikat adalah variabel yang nilai-nilainya bergantung pada variabel lainnya dan variabel yang diterangkan nilainnya
dilambangkan dengan (Y). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah VO2Max.

2. Data Penelitian

Dalam hal ini data penelitian dibagi menjadi dua jenis yaitu data primer dan data sekunder.

a) Data Primer

Menurut Narimawati (2008:98) data primer merupakan data yang berasal dari sumber asli atau pertama, dalam hal ini data primer  adalah data yang didapat dari observasi yang dilakukan peneliti terhadap objek yang diteliti.

b) Data Sekunder

Menurut Sugiono (2008:402) Data sekunder merupakan data yang yang sifatnya mendukung keperluan data primer seperti buku, literatur dan lain-lain, yang berkaitan dengan pelaksanaan tes lari multi tahap ( Bleep test).

F. Instrumen Penilaian

Menurut Arikunto (2010:138) Instrumen adalah alat ukur yang dipergunakan untuk memperoleh data penelitian. Pemilihan jenis  instrumen tidak boleh sembarang dilakukan, sebab instrumen menentukan hasil dari penelitian yang dilaksanakan. Menurut Widiastuti (2011:72) intrumen yang digunakan untuk mengukur VO2Max adalah bleep test (tes lari multi tahap).

G. Teknik Analisi Data

Analisis data merupakan salah satu rangkaian dalam kegiatan penelitian. Pada tahap analisis, semua data yang telah ada dikumpulkan dan dianalisis menggunakan teknik analisis yang tepat. Data yang dianalisis adalah data yang di tes di awal dengan akhir setelah terkumpul setelah itu diolah supaya menjadi penelitian yang jelas. Menghitung hasil tes menggunakan teknik analisis data uji F.

Contoh Metode Penelitian Kuesioner

kuesioner

Kuesioner atau angket merupakan teknik pengumpulan data dengan cara menggali informasi dari responden melalui pemberian seperangkat pertanyaan tertulis yang nantinya akan dijawab oleh para responden. Umumnya, kuesioner yang digunakan didalam penelitian adalah jenis kuesioner langsung yang tertutup dimana para responden hanya perlu memberikan tanda pada opsi jawaban yang dianggapnya benar.

Berikut dibawah ini contoh metode penelitian kuesioner.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif karena dalam pelaksanaannya meliputi data, analisis dan interpretasi tentang arti dan data yang diperoleh. Penelitian ini disusun sebagai penelitian induktif yakni mencari dan mengumpulkan data yang ada di lapangan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor, unsur-unsur bentuk, dan suatu sifat dari fenomena di masyarakat.
(Nazir, 1998: 51)

B. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data merupakan salah satu aspek yang berperan dalam kelancaran dan keberhasilan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Angket atau Kuesioner

Angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data melalui formulir formulir yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada  seseorang atau sekumpulan orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi yang diperlukan oleh peneliti (Mardalis: 2008: 66) Penelitian ini menggunakan angket atau kuesioer, daftar pertanyaannya dibuat secara berstruktur dengan bentuk pertanyaan pilihan berganda (multiple choice questions) dan pertanyaan terbuka (open question). Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang persepsi desain interior dari responden.

2. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi yaitu pengumpulan data dimana peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, dan sebagainya (Arikunto, 2002: 158). Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang jumlah pengunjung perpustakaan UAJY.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi yang penulis gunakan sebagai objek penelitian adalah pengguna Perpustakaan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).
Berdasarkan data statistik bulan maret 2010 jumlah pengunjung perpustakaan UAJY berjumlah ± 9920 pengunjung.

2. Sampel

Penetapan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis metode random sampling. Teknik sampling ini diberi nama demikian karena di dalam pengambilan sampelnya, peneliti “mencampur” subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek-subjek dalam populasi dianggap sama. Adapun caranya adalah dengan memberikan kuisoner kepada pemakai
perpustakaan yang masuk atau mengunjungi Perpustakaan UAJY.

D. Skala Pengukuran Variabel

Skala pengukuran variabel dalam penelitian ini mengacu pada Skala Likert (Likert Scale), dimana masing-masing dibuat dengan menggunakan skala 1 – 5 kategori jawaban, yang masing-masing jawaban diberi score atau bobot yaitu banyaknya score antara 1 sampai 5, dengan rincian:
1. Jawaban SS sangat setuju diberi score 5.
2. Jawaban S setuju diberi score 4.
3. Jawaban R ragu-ragu diberi score 3.
4. Jawaban TS tidak setuju diberi score 2.
5. Jawaban STS sangat tidak setuju diberi score 1 (Singarimbun, 1994: 249).

E. Teknik Pengolahan Data

Data yang telah terkumpul selanjutnya diolah. Semua data yang terkumpul kemudian disajikan dalam susunan yang baik dan rapi. Yang termasuk dalam kegiatan pengolahan data adalah menghitung frekuensi mengenai pengaruh desain interior terhadap minat berkunjung masyarakat berdasarkan data hasil kuesioner kemudian diolah untuk mendapatkan nilai persentase. Tahap-tahap
pengolahan data tersebut adalah:

1. Penyuntingan

Semua daftar pertanyaan wawancara, data kuesioner yang berhasil dikumpulkan selanjutnya diperiksa terlebih dahulu dan dikelompokkan.

2. Penyusunan dan Perhitungan Data

Penyusunan dan perhitungan data dilakukan secara manual dengan menggunakan alat bantu berupa komputer.

3. Tabulasi

Data yang telah disusun dan dihitung selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel. Pembuatan tabel tersebut dilakukan dengan cara tabulasi langsung karena data langsung dipindahkan dari data ke kerangka tabel yang telah disiapkan tanpa proses perantara lainnya. (Singarimbun, 1994: 248).

F. Analisis Data

Tahap-tahap pengolahan data hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Pemeriksaan akan kelengkapan jawaban. Pada tahap ini data yang diperoleh diperiksa kembali untuk mencari jawaban dari kuesioner yang tidak lengkap.

2. Tally, yaitu menghitung jumlah atau frekuensi dari masing-masing jawaban dalam kuesioner.

3. Menghitung persentase jawaban responden dalam bentuk tabel tunggal melalui distribusi frekuensi dan persentase.

Contoh Metode Penelitian Korelasional

Contoh Metode Penelitian Korelasional

Korelasional merupakan suatu jenis penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hubungan beserta tingkatannya diantara dua variable atau lebih tanpa adanya upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak memanipulasi variabel yang diteliti.

Tujuan dari mengetahui hubungan dan tingkatannya diantara dua variabel adalah agar para peneliti dapat melakukan pengembangan lebih lanjut sesuai dengan tujuan penelitian yang sedang dilakukan. Sebagai contoh, di bidang pendidikan, penelitian korelasional digunakan untuk meneliti sejumlah variabel yang diperkirakan mempunyai peranan yang signifikan dalam mencapai proses pembelajaran seperti antara pencapaian hasil belajar dengan motivasi internal siswa.

Berikut dibawah ini contoh metode penelitian korelasional.

BAB III

METODE PENELITIAN

 3.1 Metode dan Desain Penelitian

3.1.1 Objek Penelitian

Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah variabel profisiensi level kompetensi IT mahasiswa (X) sebagai variabel independent dan prestasi pembelajaran mahasiswa di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (Y) sebagai variabel dependent. Sedangkan yang menjadi respon penelitiannya adalah dosen dan mahasiswa di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK UPI.

3.1.2 Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan suatu cara atau langkah dalam mengumpulkan, mengorganisir, menganalisa serta menginterpretasikan data. Menurut Sugiyono (2010: 3) secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Berpijak pada masalah dan tujuan yang telah dirumuskan, maka dalam penelitian ini digunakan metode Analisis Korelasi. Analisis Korelasi yakni studi yang membahas tentang derajat hubungan antara variabel-variabel. Ukuran yang dipakai untuk mengetahui derajat hubungan, terutama untuk data kuantitatif, dinamakan koefisien korelasi

Metode penelitian Analisis Korelasi dipilih karena akan mempelajari hubungan dua variabel atau lebih, yakni hubungan variasi dalam satu variabel dengan variasi dalam variabel lain (Zaenal Arifin, 2011: 48). Dalam hal ini akan melihat tingkat kecakapan (profiency level) kompetensi IT mahasiswa selama mengikuti pendidikan di JPTE yang dikaitkan dengan hasil pembelajaran mahasiswa.

3.1.3  Sumber Data

Dalam suatu penelitian salah satu sumber yang diteliti adalah data. Data ini didapatkan dari beberapa sumber, yang selanjutnya disebut sumber data. Sumber data merupakan subjek dimana data dapat diperoleh (Arikunto, 2006: 129).

Pada penelitian ini penulis mendapat informasi dari sumber data sebagai berikut :

  1. Person : Mahasiswa JPTE FPTK UPI
  2. Place : yang menjadi tempat penelitian adalah Jurusan Pendidikan Teknik Elektro (JPTE) FPTK UPI
  3. Paper : penulis mengumpulkan data berupa hasil belajar dari dosen dari perguruan tinggi yang menjadi

3.1.4   Desain Penelitian

Desain penelitian korelasional pada dasarnya adalah terdapat dua  variabel yakni variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah tingkat kecakapan (profiency level) mahasiswa, sedangkan variabel terikat (Y) adalah hasil belajar mahasiswa. Koefisien korelasi yang dihasilkan mengindikasikan tingkatan/ derajat hubungan antara tingkat kecakapan (profiency level) kompetensi IT mahasiswa dengan hasil pembelajaran  mahasiswa.

3.1.5   Populasi dan Sampel

3.1.5.1 Populasi

Sugiyono (2010: 117) menyatakan bahwa “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya”. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Jurusan Pendidikan Teknik Elektro FPTK UPI Bandung.

3.1.5.2 Sampel

Sugiyono (2010: 118) meyatakan bahwa “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling. Sampel yang diambil adalah 14 mahasiswa angkatan 2009 dan 26 mahasiswa angkatan 2010, hal ini dikarenakan jumlah mahasiswa yang relatif banyak.

3.1.6 Operasionalisasi Variabel

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel. Satu variabel bebas yaitu tingkat kecakapan (pfofisiency level) kompetensi IT. Satu variabel terikat yaitu hasil pembelajaran. Hasil pembelajaran di ukur berdasarkan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) hingga semester 5 dan semester 7 untuk mahasiswa angkatan 2010 dan angkatan 2009.

3.2 Instrumen penelitian dan teknik pengumpulan data

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2011: 148). Adapun instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini yang berfungsi sebagai alat pengumpul data adalah ujian atau tes dan dokumentasi.

3.2.1 Tes (Test)

Tes sebagai instrumen sebagai instrumen pengumpulan data adalah serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Secara umum tes diartikan sebagai alat yang dipergunakan untuk mengukur pengetahuan atau penguasaan objek ukur terhadap seperangkat konten atau materi tertentu (Sudaryono, 2013: 40).

3.2.2  Tes Pilihan Ganda

Menurut Grounland (1984), bentuk tes pilihan ganda dapat digunakan untuk mengukur kemampuan ingatan, pemahaman, dan penerapan yang lebih kompleks. Bentuk tes pilihan ganda juga dapat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik yang lebih tinggi dan dapat disekor secara objektif. Pada penelitian ini menggunakan empat pilihan jawaban.

3.2.3 Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi adalah teknik pengumpilan data yang berdasarkan dokumen-dokumen tertulis, seperti buku-buku, catatan harian, dokumen, dan lain- lain. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan daftar nilai hasil belajar mahasiswa sebagai sumber data tertulis yang akan diolah.

3.3 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Syarat pokok suatu instrumen penelitian adalah validitas dan reliabilitas. Validitas adalah suatu derajat ketepatan instrumen (alat ukur), maksudnya apakah instrumen yang digunakan betul-betul tepat untuk mengukur apa yang akan diukur (Zainal Arifin, 2011: 245).

3.3.1 Validitas

Pada penelitian ini, uji validitas dengan uji kompetensi IT kepada 20 mahasiswa angkatan 2009, kemudian setelah setiap butir soal di validasi, penulis mengukur tingkat kecakapan kemampuan IT kepada 30 mahasiswa angkatan 2009. Uji validitas ini dilakukan pada setiap item soal dengan kriteria pengujian item adalah jika t hitung > t tabel maka item soal tersebut dinyatakan valid. Sedangkan apabila t hitung < t tabel maka item soal tersebut tidak valid.

3.3.2   Reliabilitas

Instrumen yang baik adalah instrumen yang dapat ajeg memberikan data yang sesuai dengan kenyataan. Reliabilitas suatu tes adalah ketetapan suatu tes apabila diteskan kepada subjek yang sama (Arikunto, 2010: 90). Reliabilitas tes dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan rumus Kuder-Richardson 21 (K-R.20).

3.4 Teknik Analisis Data

3.4.1 Uji Normalitas Data

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui dan menentukan teknik statsitik apa yang digunakan selanjutnya, apakah data berdistribusi normal atau tidak. Apabila penyebaran datanya normal maka akan digunakan statistik parametric sedangkan penyebaran tidak normal maka akan digunakan teknik statistik non parametik.

3.4.2 Analisis Korelasi

Analisis korelasi dengan menggunakan uji koefisien korelasi dimaksud untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel X (tingkat kecakapan (profiency level) kompetensi IT dosen dan mahasiswa) dengan variabel Y (hasil belajar mahasiswa).

3.5 Prosedur dan tahap-tahap pelaksanaan penelitian

Tahap-tahap pelaksanaan penelitian dimulai dari persiapan awal penelitian hingga sampai dengan penyusunan lapoaran akhir. Sebagai sumber rujukan, peneliti mengacu pada tahapan penelitian yang diungkap oleh Arikunto (2006: 22), yaitu :

  1. Pembuatan rancangan penelitian

Langkah-langakah dalam tahapan ini adalah memilih masalah, studi pendahuluan, merumuskan masalah, merumuskan masalah, dan menentukan variabel dan sumber data.

  1. Pelaksanaan penelitian

Langkah dalam tahapan ini adalah menentukan dan menyusun instrumen, mengumpulkan data, analisis data kemudian menarik kesimpulan.

  1. Pembuatan laporan penelitian

Pada tahapan ini peneliti menulis laporan sesuai dengan data yang telah didapatkan.

Baiklah, semoga pembahasan mengenai contoh metode penelitian seperti yang telah dijelaskan diatas bermanfaat. Terima kasih!

Leave a Reply

Send this to a friend