• Our Partners:

Jenis-Jenis Hujan 

8 Jenis-Jenis Hujan Beserta Proses Terjadinya, Sudah Tahu?

Anda semua pasti sudah tahu apa yang dimaksud dengan hujan. Hujan memang sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita, karena hujan yang datang tepat di saat kurun waktu yang tertentu dan hujan tersebut sudah dinanti-nantikan oleh seluruh makhluk hidup yang dapat memngerikan mereka arti yang paling penting untuk kehidupan para makhluk hidup.

Hujan itu sendiri juga mempunyai arti yang lain menurut pendapat sejumlah peneliti. Hujan yang telah biasa terjadi di seluruh dunia sampai dengan sejumlah peneliti pun mempunyai arti yang lain tentang hujan. Dan berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis hujan yang terjadi di Bumi.

Jenis-Jenis Hujan

Biasanya, selama ini kita pasti hanya mengenal hujan dari rintikan-rintikannya saja yang ada didepan rumah yang akan membawa berjuta-juta tetesan yang akan jatuh ke tanah. Dan proses terjadi hujan juga jika dilihat secara ilmiah yaitu hujan adalah salah satu dari bentuk peristiwa prespitasi yaitu jatunya air maupun cairan yang berasal dari atmosfer bumi, seperti itu dalam bentuk yang cair ke permukaan bumi.

Dan dengan terdapatnya lapisan atmosfer yang tebal, dapan memenuhi suhu yang bisa mencapai sangat tinggi atau lebih tinggi lebih dari titik leleh es dan posisinya terdapat diatas permukaan bumi. Tidak hanya itu, hujan juga dapat diartikan kedalam bentuk sebuah proses kondensasi, yaitu terdapatnya perubahan bentuk dari zat cair yang berubah menjadi zat padat yang akan membentuk awan, dimana mempunyai massa yang dinilai cukup berat sehingga akan jatuh ke atas bumi.

Keadaan dari udara yang dingin maupun bersuhu yang rendah juga memiliki peran yang penting didalam penjatuhan hujan diatas bumi. Tidak hanya itu, terdapatnya keadaan uap air juga dapat terus bertambah tak menentu dapat menjadikan bentuk dari tetesan air hujan tersebut menjadi lebih bervariasi. Ada pun tetesan yang besar, dan juga tetesan yang kecil. Dan dibawah ini adalah jenis-jenis hujan yang terjadi di bumi :

1. Hujan Orograris

Jenis-Jenis Hujan Orografis

Hujan orograris adalah salah satu hujan yang dapat terjadi disebabkan karena adanya angin yang memiliki kandungan uap air, yang nantinya arah dari pergerakannya secara horizontal. Perjalanan dari angin itu juga harus melewati sebuah pegunungan yang dapat menyebabkan suatu suhu angin yang menjadi dingin dikarenakan terdapat proses kondensasi atau pada saat melewati sebuah pegunungan tadi.

Selanjutnya pembentukan dari titik-titik air tersebut mulai mengendap dan akan menyebabkan terjadinya hujan di kawasan lereng gunung yang arahnya menghadap ke datangnya angin tersebut dan umumnya akan bergerang dengan horizontal, dan kemudian angin tersebut akan bertiup secara terus menerus sampai mendaki pegunungan dan kemudian menuruni lereng.

Akan tetapi angin tak akan membawa uap air kembali sehingga dikawasan lereng yang membelakangi arah dari datangnya angin tak akan turun hujan. Lalu dikarenakan berat dari massa air tersebut semakin besar, yang mana tak akan mampu untuk dibawa oleh angin, maka hujan pun turun diatas pegunungan.

2. Hujan Muson

hujan

Angin muson dapat terjadi dikarenakan terdapat pergerakan semu tahunan matahari yang dengan garis balik selatan dan garis balik utara. Hujan tersebut juga dapat turun didalam kurun waktu yang tertentu. Oleh karena itulah, dapat terjadinya musim hujan dan musim kemarau.

Yaitu yang terjadi dibulan Oktober sampai pada bulan April. Oleh karena itu, umumnya di bulan tersebut akan sering datang hujan. Dan sedangkan selain dibulan tersebut, negara kita juga telah berada di musim kemarau. Dan tidak hanya itu, di berbagai negara Asia Timur juga dapat terjadi angin musin di bulan Mei sampai kepada bulan Agustus.

3. Hujan Asam

Kenali Jenis-Jenis Hujan Asam

Umumnya hujan mempunyai ph yang netral yakni 7. Tetapi ada juga hujan yang mempunyai ph yang rendah, yaitu dibawah 5 ataupun 6 derajat keasamannya. Hal tersebut juga sering dinamakan dengan hujan asam. Hal tersebut juga dapat terjadi pada saat karbondioksida atau CO2 yang berada di udara dapat larut dengan air hujan.

Lalu, air hujan tersebut awalnya mempunyai ph asam yang lemah yakni 6 yang bereaksi dengan CO2 atau yang biasa disebut dengan karbondioksida tadi dan dapat menghasilkan air yang bertambah kwasamannya. Air yang mempunyai ph dibawah 5 tadi akan naik keatas awan dan kemudian menggumpal.Pada saat massa awan telah melewati batas jenuhnya, maka akan jatuh hujan ke atas permukaan bumi.

4. Hujan Buatan

hujan

Hujan juga bisa dibuat secara langsung oleh seseorang yaitu dengan cara teknik menambahkan curah hujan. Yaitu dengan menyemaikan awan atau yang biasa disebut dengan cloud seeding atau yang dapat membuat awan menggumpal dan kemudian disemai sehingga akan memberikan efek seperti turun hujan.

Hal tersebut sering dilakukan di wilayah yang sangat membutuhkan hujan yang alami tetapi hujan tak kunjung turun juga.

5. Hujan Siklonal

hujan

Hujan siklonal dapat terjadi dikarenakan terdapat udara yang cukup panas, suhu dari lingkungan tersebut tinggi dan juga bersamaan dengan angin yang terus berputar-putar. Umumnya dapat terjadi di wilayah yang akan dilewati garis khayal dari khatulistiwa maupun ekuator.

Hal tersebut dikarenakan adanya pertemuan diantara angin dari pasat timur laut dan dengan angin di pasat tenggara. Kemudian angin tersebut akan naik, dan akan menggumpal diatas awan yang terletas di garis ekuator.

Lalu awan tersebut akan sampai di titik jenuhnya, maka hujan tersebut akan mengawalidengan mendung yang sangatlah gelap dan kemudian akan turun hujan yang akan membasahi seluruh permukaan bumi yang dapat memberikan dampak positif kepada makhluk hidup yang ada dibumi.

6. Hujan Frontal

Jenis-Jenis Hujan Frontal

Hujan frontal dapat terjadi dikarenakan terdapat pertemuan diantara massa udara dingin dan juga suhu rendah dengan massa udara panas dan suhu tinggi. Pada saat bertemunya, suhu udara renda dengan massa udara dingin akan lebih berat jika dibandingkan dengan suhu tinggi dan juga massa udara panas, hal tersebut dapat membuat uap yang sudah dibawa udara dingin akan jatuh dengan sangat lebatnya ke atas permukaan bumi.

Umumnya perbedaan dari kedua massa itu akan bertemu dibidang front, yaitu slaah satu dari tempat yang sangat mudah terjadi kondensasi dan juga pembentukan awannya. Hal itulah mengapa nama dari hujan ini yaitu hujan frontal.

7. Hujan Zenithal

hujan

Hujan zenithal dapat terjadi dikarenakan adanya suatu pertemuan dari angin pasat timur laut dan angin pasat tenggara, maka hal itu akan membentuk suatu gumpalan dan kemudian naik dengan cara vertikal dikarenakan terkena pemanasan dari atas awan.

Hal tersebut juga dikarenakan awan yang mempunyai massa berat yang akan mengalami suatu penurunan suhu yang dapat menyebabkan awan yang mempunyai massa berat akan mengalami suatu penurunan suhu, dimana ajab mengakibatkan terjadinya suatu proses kondensasi.

Dikarenakan air yang menggumpal tersebut akan sampai kepada titik jenuhnya, maka hujan pun akan turun. Lalu dikarenakan letak dari turun hujan tersebut berada pada atas daris khayal ekuator, maka hujan ini disebut dengan hujan zenithal.

8. Hujan Meteor

hujan

Hujan meteor dapat terjadi pada saat matahari akan terbenam, lalu akan muncul perseid yang mana ketika itu juga sudah terlihat jelas keeksisan sistem tata surya contohnya yaitu planet saturnus, venus, mars dan juga bulan sabit yang ada di daerah barat dengan cara bersamaan.

Perseid adalah salah satu dari nama suatu rasi bintang Perseus. Sudah banyak orang yang berpendapat bahwasanya hujan meteor tersebut asalnya dari arah munculnya suatu rasi bintang tersebut.

Dan kecepatan dari meteor yang akan jatuh tersebut dpaat mencapai 60 km/jam dan dengan keadaan cahaya yang sangat terang dan juga panjang.

Demikianlah artikel yang menjelaskan mengenai jenis-jenis hujan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

Leave a Reply

Send this to a friend