20 Jenis Aliran Seni Rupa Beserta Ciri-Ciri, Tokoh dan Gambar

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang jenis -Jenis aliran seni rupa. Seni rupa merupakan sebuah cabang seni yang membuat hasil karya seni dengan menggunakan media yang dapat dilihat oleh mata dan dirasakan dengan sentuhan. Seni rupa juga dapat didefinisikan sebagai hasil ciptaan yang memiliki kualitas, hasil, dan ekspresi.

Ketika Anda melihat sebuah lukisan, apakah Anda menemukan sebuah arti dibalik lukisan tersebut? Jika Anda pernah mempelajari karya seni terutama seni lukis, Anda akan melihat arti dan aliran apa yang digunakan oleh si pencipta lukisan.

Lalu, bagaimana untuk membedakan aliran-aliran seni rupa tersebut? Anda harus mengetahui apa saja sih aliran – aliran didalam seni rupa tersebut.

Aliran Seni Rupa

Aliran seni rupa dapat dikatakan sebagai jiwa yang digunakan oleh para seniman untuk memberikan nyawa pada karya seninya. Berikut ini adalah macam – macam ragam aliran seni rupa yang sudah banyak dikenal pada saat ini.

1. Aliran Seni Rupa Naturalisme

Aliran Seni Rupa Naturalisme

Aliran seni rupa naturalisme merupakan salah satu aliran didalam seni rupa dimana sebuah objek dilukiskan dengan menggunakan teknik yang berpedoman pada keadaan alam untuk menciptakan sebuah karya seni.

Adapun ciri-ciri suatu karya seni yang menggunakan aliran seni rupa naturalisme adalah wujudnya atau bentuk objeknya sama persis seperti wujud aslinya dan dapat dilihat oleh mata kita. Perspektif, proporsi, keseimbangan, dan pewarnaan yang dihasilkan oleh karya seni rupa tersebut tergambar sesuai dengan pemandangan aslinya.

Biasanya objek yang dihasilkan dari aliran seni rupa naturalisme adalah objek landscape atau pemandangan alam. Salah satu tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa naturalisme adalah Wakidi Basuki Abdullah. Dan salah satu tokoh luar negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa naturalisme adalah Theodore Rousseu.

2. Aliran Seni Rupa Realisme

Aliran Seni Rupa Realisme

Aliran seni rupa realisme merupakan salah satu aliran didalam seni rupa yang melukiskan sebuah objek dengan keadaan yang terlihat seperti benar-benar nyata atau hidup dan tidak berfokus pada objek.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa realisme adalah objek yang dihasilkan sangat diperhatikan dan detail. Terutama hasilnya akan menciptakan kesan dan suasana dari objek tersebut. Biasanya objek yang dihasilkan dengan menggunakan aliran seni rupa realisme adalah objek seperti manusia ataupun hewan dengan ekspresi yang terkesan seperti nyata atau hidup.

Tarmizi dan Basuki Abdullah adalah tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa realisme ini. Sedangakan Charles Prancois merupakan salah satu tokoh luar negeri yang mempopulerkannya.

3. Aliran Seni Rupa Romantisme

Aliran Seni Rupa Romantisme

Aliran seni rupa romantisme merupakan suatu aliran seni rupa yang lebih menekankan pada nilai-nilai estetika, fantastis, dan absurd. Biasanya hasil karya seni rupanya menggambarkan kisah-kisah yang romantis atau dramatis.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa romantisme adalah objek dan benda disekitar objek dimainkan dengan menggunakan warna – warna cerah dan mecolok. Dan biasanya objek yang menggunakan aliran seni rupa romantisme lebih sedikit. Objek yang diambil biasanya manusia, khususnya wanita dan pria ketika dalam suasana yang romantis.

Raden Saleh merupakan salah satu tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa romantisme. Dan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa romantisme adalah Ferdinand Victor, Eugene Delacroix, Victor Marie Hugo, Theoborre dan Gerriwult.

4. Aliran Seni Rupa Ekspresionisme

Aliran Seni Rupa Ekspresionisme

Aliran seni rupa ekspresionisme merupakan aliran didalam seni rupa yang menciptakan sebuah karya seni dengan memberikan kebebasan si pembuatnya dengan memperlihatkan curahan batin, baik dari imajinasi si pembuatnya ataupun perasaannya.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa ekspresionisme adalah objek atau karya yang dihasilkan lebih menekankan atau menonjolkan pada ekspresi atau emosi seperti ketakutan, kekerasan, kesedihan, kemiskinan, dan ekpresi manusia. Objek wajah manusia dan ekspresi yang diperlihatkan pada aliran seni rupa ekspresionisme.

Affandi merupakan salah satu tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa ekspresionisme.Dan salah satu tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah Vincent Van Gogh.

5. Aliran Seni Rupa Impresionisme

Aliran Seni Rupa Impresionisme

Aliran seni rupa impresionisme merupakan suatu aliran seni rupa yang lebih memperlihatkan kesan pada objek yang di gambarkan secara sekilas atau selintas saja.

Adapaun ciri-ciri aliran seni rupa impresionisme adalah objek yang digambarkan cenderung terlihat kabur dan tidak memperlihatkan detail yang khusus. Sebagian besar objek yang diambil adalah objek manusia dan hewan.

Solichin, Kusnadi, Zaini dan Affandi merupakan tokoh – tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa impresionisme. Sedangkan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah Claude Monet, Aguste Renoir, Mary Cassat, dan Edward Degas.

6. Aliran Seni Rupa Kubisme

Aliran Seni Rupa Kubisme

Aliran seni rupa kubisme merupakan suatu aliran seni rupa yang lebih memperlihatkan abstraksi objek ke dalam bentuk geometri untuk meciptkana karya seni yang indah.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa kubisme adalah karya seni atau objek dirubah dalam kombinasi bidang-bidang geometriss seperti persegi, segitiga, lingkaran, dan sebagainya. Objek yang diciptakan biasanya berupa manusia dan hewan, dengan background alam atau bangunan.

Srihadi Sudarsono merupakan salah satu tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa kubisme ini. dan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkan aliran seni rupa kubisme adalah Pablo Ruiz Picasso, Francis Picabia, dan Juan Gris.

7. Aliran Seni Rupa Fauvisme

Aliran Seni Rupa Fauvisme Aliran seni rupa Fauvisme merupakan suatu aliran seni rupa yang menggambarkan sebuah objek dengan corak warna yang bebas dan imajinatif. Pada sekitar abad ke XX Masehi aliran seni rupa ini muncul.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa fauvisme adalah bentuk dari objek yang digambarkan tidak terlalu terlihat, yang sangat ditonjolkan adalah keliaran dan warna yang imajinatif. Ada beberapa pelukis yang melukis fauvisme dalam bentuk landscape dan ada juga yang tidak terikat pada objek tertentu.

Sampai sekarang belum diketahui tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa fauvisme. Sedangkan salah satu tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah Henry Matisse.

8. Aliran Seni Rupa Dadaisme

Aliran Seni Rupa Dadaisme

Aliran seni rupa dadaisme merupakan suatu aliran seni rupa yang digambarkan dengan refleksi kekerasan dan kekasaran, maka karyanya dianggap anti seni dan anti perasaan.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa dadaisme adalah objek yang dihasilkan cenderung mengandung kekerasan, kasar, dan bersifat kritikan, sindiran ataupun plesetan. Objek yang biasa dijadikan bahan lukisan dengan menggunakan aliran seni rupa dadaisme adalah sangat beragam, baik benda, manusia, hewan ataupun tumbuhan.

Hendra Gunawan adalah tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa dadaisme. Sedangkan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah Juan Gross, Guillaume Apollinaire, Hans Arp, Marcel Duchamp, Max Ernst, dan Picabia.

9. Aliran Seni Rupa Futurisme

Aliran Seni Rupa Futurisme Aliran seni rupa futurisme merupakan suatu aliran seni rupa anti kubisme yang dikatakan statis dan sangat memperlihatkan keindahan gerak, garis, visual, dan warna

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa futurisme adalah suatu objek akan digambarkan dalam bentuk seakan akan seperti bergerak, sehingga objek akan memiliki gerak bayang disekitarnya. Makhluk hidup adalah objek yang biasa digunakan, misalnya seperti kucing yang berkaki lebih dari 4 karena akan digambarkan seperti sedang bergerak dalam model bayangan.

Belum diketahui tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa futurisme ini. Sedangkan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah Boccioni, Carlo Cara, Severini, dan Gioccomo Ballad.

10. Aliran Seni Rupa Surealisme

Aliran Seni Rupa Surealisme

Aliran seni rupa surealisme merupakan suatu aliran seni rupa yang menggambarkan suatu objek yang sering dijumpai didalam mimpi atau imajinasi alam bawah sadar.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa Surealisme adalah penggabungan antara dua objek nyata yang berbeda bentuk sehingga akan terkesan aneh. Objek yang digabung dalam lukisan bisa saja benda mati dan makhluk hidup, yang penting terlihat menjadi unik dan aneh.

Gusti Putu Saderi dan Abdul Rahman adalah tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran surealisme ini. Dan Andre Masson dan Salvador Dali adalah tokoh luar negeri yang mempopulerkannya.

11. Aliran Seni Rupa Post Modern / Kontemporer

Aliran Seni Rupa Post Modern / Kontemporer Aliran seni rupa kontemporer merupakan sebuah aliran seni rupa yang berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan tidak terikat oleh pakem. Jenis aliran seni rupa ini menggambarkan objek berupa refleksi situasi dan waktu secara tematik.

Adapaun ciri-ciri aliran seni rupa kontemporer adalah penggambaran objek berupa refleksi situasi situasi dan waktu yang tematik. Objek yang digambarkan adalah objek yang dinamis, ekspresif, dinamis, dan mencolok.

Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa kontemporer ini adalah Jim Nyoman Nuarta, Sprinka, dan Supankat. Sedangkan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah Frank Auerbach, dan Ida Applebroog.

12. Aliran Seni Rupa Konstruktivisme

Aliran Seni Rupa Konstruktivisme

Aliran seni rupa konstruktivisme merupakan sebuah aliran seni rupa yang sangat menonjolkan pada penggambaran seni sebuah bangunan.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa konstruktivisme adalah objek utama yang dilukis biasanya merupakan sebuah bangunan dengan latar berada disekitar bangunan tersebut yang diambil dari sudut gambar. Biasanya objek berupa bangunan klasik, modern, kuno, dan bangunan lainnya.

Jim Nyoman Nuarta merupakan salah satu tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa konstruktivisme ini. Sedangkan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah Laszlo Moholy-Nagy, Liubov Popova, Victor Pasmore, Oskar Schlemmer, dan Naum Gabo.

13. Aliran Seni Rupa Popuplar Art / Pop Art

Aliran Seni Rupa Popuplar Art / Pop Art

Aliran seni rupa populer art merupakan sebuah aliran seni rupa yang muncul karena kejenuhan dan kebosanan pada seni tanpa objek yang jelas.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa pop art adalah sebagian besar hasil karya seni rupa pop art berupa gambar karikatur yang menampilkan krritik, humor, ataupun sebuah sindiran. Biasanya objek berupa manusia yang digambarkan secara perspektif atau cara pandang lainnya.

Nyoman Nuarta dan Ris Purnomo merupakan tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa pop art. Sedangkan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah Tom Wasselman, George Segal, Claes Oldenburg, Yoseph Benys, dan Cristo.

14. Aliran Seni Rupa Abstraksionisme

Aliran Seni Rupa Abstraksionisme

Aliran seni rupa abstraksionisme merupakan sebuah aliran seni rupa yang diciptakan dengan tujuan untuk melepaskan diri dari sensasi-sensasi figuratif suatu objek. Aliran seni rupa ini menggunakan bentuk dan warna dalam cara non-representasional.

Adapun ciri – ciri aliran seni lukis Abstraksionisme adalah menampilkan unsur-unsur seni lukis yang disusun dengan tidak terbatas pada wujud yang ada di alam. Biasanya aliran seni rupa ini menggunakan bentuk, garis, dan warna tanpa mengindahkan bentuk asli di alam.

Fajar Sidik dan Zaini merupakan tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa abstraksionisme ini. Sedangkan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah El Lisitzky dan Naum Goba.

15. Aliran Seni Rupa Neo Klasik

Aliran Seni Rupa Neo Klasik Aliran seni rupa Neo – Klasik merupakan sebuah aliran seni rupa yang menciptakan sebuah karya seni yang bersifat klasik, objektif, rasional dan memiliki karakter tersendiri.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa Neo – Klasik adalah gambar yang diciptakan dengan warna yang bersih dan status dan tergambar dalam bentuk hiperbolis dan seimbang. Biasanya objek yang digambar berada di lingkungan istana sentris dan akademis.

Belum diketahui tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa Neo – Klasik ini. Sedangkan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah Jean August dan Dominique Ingres.

16. Aliran Seni Rupa Pointilisme

Aliran Seni Rupa Pointilisme

Aliran seni rupa Pointilisme merupakan sebuah aliran seni rupa yang menciptakan karya seni dengan menggunakan titik-titik pada objeknya.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa pointilisme adalah objek yang digambar akan terlihat jelas jika dilihat dari kejauhan, namun akan kurang jelas jika dinikmati dari dekat. Berbagai macam titik yang digunakan mulai dari yang tebal, tipis, besar, kecil, ataupun hanya memiliki warna hitam putih.

Tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa pointilisme ini adalah Keo Budi Harijanto dan Rijaman. Sedangkan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah Vincent van Gogh dan Serat’s La Parade.

17. Aliran Seni Rupa Primitif

Aliran Seni Rupa Primitif Aliran seni rupa Primitif merupakan sebuah aliran seni rupa yang menunjukkan objeknya berdasarkan gaya penggambaran yang primitif yang terletak di dinding goa.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa primitif adalah objek yang diciptakan atau digambar biasanya berupa manusia, hewan, dan tumbuhan dalam wujud garis sederhana. Objek digambar dengan gaya yang minimalis seperti berupa garis sederhana dan detail dari objek tidak akan di tonjolkan.

S. Sudjojono merupakan tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa primitif ini. Sedangkan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah Ricardo Ponce.

18. Aliran Seni Rupa Optik

Aliran Seni Rupa Optik

Aliran seni rupa Optik merupakan aliran seni rupa yang menggambarka objek dengan manipulasi visual yang bisa menipu penglihatan mata.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa optik adalah objek yang digambar atau dihasilkan hanya berupa bidang, garis, atau objek yang hanya memiliki warna hitam putih. Gambar yang dihasilkan tidak rumit dan mempunyai bentuk yang sederhana.

Agus Djaja adalah tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa optik. Sedangkan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah Walter Gropius dan Bridget Louise Riley.

19. Aliran Seni Rupa Pittura Metafisica

Aliran Seni Rupa Pittura Metafisica Aliran seni rupa Pittura metafisica merupakan sebuah aliran seni rupa yang melukiskan sebuah objek dengan sentuhan atau goresan metafisika. Aliran seni rupa pittura metafisica ini adalah aliran seni rupa yang menentang aliran kubisme dan futuristik.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa pittura metafisica adalah objek yang dihasilkan biasanya berbentuk boneka manusia yang erat dengan hal yang bersifat metafisica atau juga bisa berupa manusia yang sedang melakukan aktifitas dengan latar belakang tertentu.

Sampai sekarang belum diketahui tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa pittura metafisica ini. Sedangkan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah Carlo Carra dan Giorgio de Chirico.

20. Aliran Seni Rupa Gotik

Aliran Seni Rupa Gotik

Aliran seni rupa Gotik merupakan aliran seni rupa yang menggambarkan suatu objek dengan garis tebal dan bentuk ramping serta menegaskan sesuatu berdasarkan pemilihan warnanya.

Adapun ciri-ciri aliran seni rupa gotik adalah objek yang biasa digambarkan atau dihasilkan adalah tokoh suci, raja, ratu, ataupun kesatria. Biasanya latar dari lukisan dengan aliran seni rupa gotik terdapat di kerajaan, rumah ibadah, dan juga kastil atau bangunan klasik.

Belum diketahui sampai saat ini tokoh Indonesia yang mempopulerkan aliran seni rupa gotik ini. Sedangkan tokoh Luar Negeri yang mempopulerkannya adalah Van Eyck dan Pieter Droughel.

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai aliran seni rupa. Semoga Anda dapat lebih mengetahui dan memahami apa saja macam – macam aliran seni rupa. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terimakasih 🙂

Leave a Reply

Send this to a friend