Google Microdroid Versi Minimalis Android

Google Mengembangkan Microdroid, Versi Minimalis Dari Android Untuk Mesin Virtual

NESABAMEDIA.COMGoogle dikabarkan tengah membuat microdroid, yang dijelaskan sebagai pencitraan Android berbasis Linux dalam versi minimalis. Dalam sebuah unggahannya, microdroid akan digunakan di mesin virtual dan didesain sebagai versi minimalis dari Generic Android System Image (GSI). 

GSI sendiri selama ini telah menjadi tumpuan dari open-source Android, tapi mikrodroid itu akan lebih dipangkas pengkodeannya. Tujuan dari proyek ini bisa dibilang untuk memungkinkan para pengembang atau pengguna untuk menjalankan versi minimalis dari Android di atas hypervisor guna memungkinkan adanya virtualisasi aplikasi Android daripada harus menyediakan versi Android secara penuh, di mana banyak bagian yang ternyata tidak diperlukan.

Proyek ini sepertinya merupakan bagian dari upaya Google yang lebih besar untuk bisa mengaktifkan virtualisasi pada perangkat keras Android, khususnya untuk meningkatkan keamanan. Secara khusus, Google berupaya untuk menghadirkan virtualisasi kernel Linux yakni, KVM e perangkat Android yang didukung oleh chipset ARM64, seperti yang telah dijelaskan oleh Jake Edwin dari LWN.net 

Membawa dukungan KVM ke Android dikatakan akan memicu terjadinya ‘de-privilege’ di kode pihak ketiga yang berjalan pada level tertinggi di ARMv8. Kode pihak ketiga itu seperti DRM, kriptografi dan biner lainnya, yang nantinya bisa dijalankan di mesin virtual pada level yang sama dengan sistem operasi Android. 

Untuk bisa mengelola mesin virtual ini, Google akan mengadaptasi VMM yang ada pada sistem operasi Chrome OS (crosvm), yang biasanya digunakan untuk menjalankan aplikasi Linux untuk Android. Google juga bersiap untuk merilis crosvm sebagai bagian dari paket APEX terbaru yang bernama “Virtualisasi”, dan di saat yang sama membawa proyek “KVM yang terproteksi” untuk ARM64 di kernel Linux. 

Dengan keberadaan proyek microdroid, diyakini Google ingin untuk bisa menjalankan mesin virtual bersamaan dengan menjalankan sistem operasi Android, kemungkinan untuk aplikasi yang terkait dengan DRM. Microdroid nantinya hanya akan membutuhkan sedikit sekali komponen, seperti layanan init dan binder, agar bisa terhubung dengan host Android. 

Kemungkinan juga langkah ini erat kaitannya dengan Hypervisor Tipe-1 baru yang tersemat di chipset Snapdragon 888, yang disebutkan memungkinkan untuk melakukan isolasi dan perpindahan data secara langsung antara aplikasi dengan sistem operasi di perangkat yang sama, tanpa mengalami penurunan performa. 

Leave a Reply

Send this to a friend