• Our Partners:

Microsoft Kemungkinan Bakal Kesulitan Rekrut Pegawai Berbakat di Masa Mendatang

Microsoft Kemungkinan Bakal Kesulitan Rekrut Pegawai Berbakat di Masa Mendatang

NESABAMEDIA.COMMicrosoft seringkali berbicara mengenai masa depan dan perubahan positif pada produk buatan mereka. Namun, apakah mungkin Microsoft bakal menghadapi masalah krisis pegawai yang mungkin membuatnya tidak lagi bisa menarik talenta berkualitas?

Menurut Presiden Microsoft Brad Smith, kemungkinan akan masalah itu ada, dan perusahaan mungkin harus menawarkan gaji dan tunjangan yang lebih tinggi, agar generasi pekerja berikutnya mau bergabung dalam perusahaan.

Dalam wawancara bersama Reuters, Smith mengungkapkan pendapatnya bahwa jumlah orang yang menginginkan pekerjaan teknologi tingkat atas semakin berkurang. Dengan kumpulan yang lebih kecil untuk bisa dipilih. Dia sangat yakin bahwa perusahaan, tidak hanya Microsoft, harus bersaing lebih ketat dari sebelumnya untuk mendapatkan pegawai dengan talenta dan bakat tinggi.

Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menggelontorkan lebih banyak uang, agar masalah kepegawaian itu bisa diatasi.

“Itu membantu menjelaskan sebagian mengapa anda bisa memiliki tingkat pertumbuhan yang rendah, dan akan mengalami kekurangan tenaga kerja di saat yang bersamaan. Tidak banyak orang yang mau memasuki dunia kerja,” keluh Smith. 

Alasan penting mengapa akan ada sedikit orang berusia produktif yang memasuki dunia kerja adalah salah satunya karena diprediksi orang-orang memiliki lebih sedikit anak, sehingga generasi tenaga kerja baru jumlahnya akan semakin ketat. Ketika tenaga kerja yang lebih tua meninggalkan peran mereka, semakin sedikit orang yang mampu menggantikan posisi mereka.

Penerapan Otomatisasi

Tidak jelas apa solusi dari permasalahan tenaga kerja ini, dan diyakini jika hal tersebut tidak hanya akan dialami oleh Microsoft. Walaupun Smith tidak mengatakannya, namun diyakini Microsoft akan bergantung pada pemanfaatan metode otomatisasi, yang akan mengotomatiskan pekerjaan sehari-hari perusahaan.

Sekali lagi tidak hanya Microsoft saja. Peningkatan teknologi AI akan membuat keberadaan tenaga kerja tidak lagi penting di banyak area. Ini mungkin juga akan memberikan efek samping yang buruk, ketika orang-orang mulai kehilangan pekerjaan mereka karena digantikan oleh AI. 

Setidaknya Microsoft di masa mendatang akan cenderung memilih otomatisasi daripada memasuki persaingan tenaga kerja dengan menawarkan gaji tinggi untuk bisa mendapatkan tenaga kerja. 

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend