Pasang Surut Microsoft Dengan Lini Produk Surface Dalam 1 Dekade

Pasang Surut Microsoft Dengan Lini Produk Surface Dalam 1 Dekade

NESABAMEDIA.COMPerangkat tablet, laptop, PC dan smartphone Surface kini sudah berusia 10 tahun. Lini produk ini sekarang sudah sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan produk Surface RT yang pertama kali diumumkan di tahun 2012 silam.

Faktanya, perangkat pertama Surface RT dianggap sebagai produk gagal oleh banyak orang, yang menyebabkan kerugian hampir miliaran dolar, sebelum diumumkannya Surface 2. 

Selama 10 tahun terakhir, lini produk Surface juga mengalami pasang surut. Surface RT bukanlah satu-satunya titik terendah untuk brand Surface, namun ada juga momen hebat dari perangkat Surface lain yang jauh lebih menonjol dibandingkan yang lainnya. 

Surface RT

Semuanya berawal dari Surface RT, yang kemudian berakhir sebagai kegagalan monumental bagi Microsoft pada saat itu. Dengan kerugian mencapai $900 juta hingga setahun dari peluncuran, Microsoft tampaknya bertaruh besar pada produk yang salah. Namun apakah software atau hardwarenya yang menjadi penyebab kekecewaan?

Perangkat ini adalah perangkat yang meletakkan dasar untuk Surface Pro yang ada sekarang. Pada saat itu, baik hardware maupun software dianggap sangat kurang. Perangkat 2-in-1 belum mampu membuktikan dirinya sendiri, dan sementara platform Windows RT memang ditakdirkan untuk gagal sejak awal.

Namun untuk aspek hardware sebenarnya cukup menjanjikan. Produk ini dipuji berkat desain magnesiumnya, kecocokan dan finishing yang ketat dan sasis super tipis. Kickstandnya bahkan disamakan dengan pintu mobil mewah, dan aksesoris Type Cover warna-warni yang diluncurkan membuat perangkat ini terasa pribadi dan produktif.

Surface Pro 3

Banyak yang setuju bahwa faktor bentuk Surface belum mencapai momentumnya sampai dengan peluncuran Surface Pro 3 di tahun 2014. Ini adalah perubahan desain besar pertama untuk lini produk Surface, beralih dari layar 16:9 dan kickstand dua tahap ke layar 3:2 yang jauh lebih besar dan engsel yang memungkinkan pemosisian di sudut manapun.

Ini adalah titik di mana bagi banyak orang, faktor bentuk Surface Pro menjadi PC Windows yang layak. Sebelum ini, lini Surface Pro adalah tablet tebal dengan daya tahan baterai yang buruk, dan terlalu kecil untuk bisa digunakan sebagai laptop.

Layar 12 inci Surface Pro 3 yang lebih besar, dipasangkan dengan peningkatan pada penyangga dan penutup keyboard yang mendorong Surface dari kegagalan menuju ke kesuksesan, dan memperbaiki sebagian besar masalah kapabilitas yang mengganggu beberapa perangkat Surface pertama.

Surface Book

Surface Book sulit untuk diranking. Bagi banyak orang, ini adalah salah satu produk Microsoft yang lebih unik dan menarik hingga saat ini. Ketika diumumkan, perangkat ini diresmikan dengan cara membangun hype yang jauh berbeda seperti produk lain yang pernah ada.

Perangkat ini diungkap sebagai laptop, dan di atas panggung sebagai laptop. Namun di akhir presentasi, Microsoft memberikan kejutan kepada para pengunjung yang hadir, dengan menampilkan produk tersebut sebagai perangkat tablet. 

Sayangnya, meski digadang-gadang menjadi produk inovatif kala itu, peluncurannya ternodai oleh sejumlah masalah firmware parah, yang justru disebabkan oleh chipset Skylake yang juga diluncurkan dengan banyak bug. Masalahnya berujung pada overheat, thermal dan konsumsi baterai yang berlebih, bahkan ketika perangkat itu dalam kondisi mati. 

Microsoft meraih kesuksesan lebih baik dengan Surface Book 2, namun segera setelahnya menjadi jelas bahwa desain ini akan membatasi jenis kekuatan yang bisa dimasukkan Microsoft ke dalamnya. Surface Book tidak pernah dikirimkan dengan prosesor kelas Ultrabook, karena desain dan termal yang tidak memungkinkan untuk hal tersebut.

Surface Studio

Surface Studio adalah salah satu lini yang menarik dan unik. Anda tidak akan menemukan sebuah solusi all-in-one di pasaran yang menawarkan apa yang ditawarkan Surface Studio dari faktor bentuk dan perspektif desain. Ini memiliki layar sentuh 28 inci yang indah, desain yang bersih, kemampuan untuk berpindah antara posisi tegak dan meregang, dan juga mendukung pena.

Ini adalah produk cantik yang sejauh ini bisa dikatakan yang paling menarik sejauh lini produk Surface Microsoft sekarang ini. Banyak orang berharap Microsoft mau menghadirkan iterasi dari produk ini di versi yang akan datang. Karena perangkat ini memiliki potensi untuk menjadi perangkat yang hebat.

Surface Laptop

Pada tahun 2017, Microsoft telah mengirimkan perangkat PC 2-in-1 yang sangat berguna, namun meski demikian ada sebagian besar pasar PC yang tidak menginginkan komputer jenis ini. Beberapa lebih suka laptop dengan gaya clamshell tradisional, dan Microsoft menghadirkannya dengan Surface Laptop.

Ini adalah produk yang menarik bagi lini Surface, karena menjadi satu-satunya yang tidak mencoba mendorong pengalaman faktor bentuk yang unik. Ini adalah laptop literal, yang bersaing langsung dengan MacBook Air atau Dell XPS 13. Satu-satunya aspek uniknya adalah bisa dikonfigurasi dengan dek keyboard Alcantara, sesuatu yang belum pernah terlihat pada laptop lain, saat ini.

Surface Pro X

Surface Pro X adalah sekilas masa depan dari lini Surface Pro. Pada saat diumumkan pada tahun 2019, Surface Pro telah menggunakan desain yang sama selama lima tahun, dan para kritikus pun mulai bosan.

Jadi, dengan Surface Pro X, Microsoft meluncurkan desain baru yang menawarkan pratinjau apa yang akan datang untuk lini Surface Pro utama dari perspektif desain.

Bentuknya super tipis, ringan dan menampilkan layar 13 inci yang lebih besar, serta aksesori Type Cover dan pena yang dibuat secara khusus untuk desai baru ini. Secara eksternal, ini adalah Surface Pro yang tampak jauh lebih bagus, tetapi bagian dalamnya tidak begitu memuaskan.

Surface Duo

Menariknya, peluncuran produk ini mirip dengan apa yang dilakukan Microsoft atas Surface Book. Namun begitu dipamerkan di rak toko retail, para pembeli menyadari bahwa produk ini tidak siap. 

Surface Duo memiliki banyak sekali bug, utamanya pada bagian software, dan bahkan Microsoft sampai menghabiskan waktu hingga 12 bulan untuk bisa menjadikan perangkat ini ke bentuk yang semestinya, cukup stabil untuk digunakan sehari-hari.

Kemudian hadir Surface Duo 2, yang mencoba memperbaiki kekurangan dari Surface Duo, termasuk kamera dan layar yang lebih baik, jaringan 5G, prosesor flagship dan NFC. 

Surface Neo

Surface Neo diumumkan bersamaan dengan Surface Duo, kecuali perangkat ini pada akhirnya tidak pernah dirilis ke publik. Mungkin ada alasan yang bagus di baliknya, namun ini tentu menjadi titik paling rendah dari brand, karena menjadi contoh bagaimana Microsoft bisa gagal untuk mengirimkan produk yang sudah mereka umumkan. 

Surface Laptop Studio

Surface Laptop Studio merupakan upaya Microsoft untuk memperbaiki Surface Book. Ini didesain oleh tim Surface Book, dan menjadi penggantinya. Dalam hampir semua aspek, perangkat ini mampu memperbaiki masalah utama yang ada di Surface Book. Memiliki CPU, GPU dan baterai yang lebih baik, termasuk refresh rate yang mengagumkan. 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend