Mengenal Smartphone Modular dan Kelebihannya

Mengenal Smartphone Modular dan Kelebihannya

NESABAMEDIA.COMSetiap tahunnya, smartphone yang sudah tidak terpakai lagi akan menghasilkan berton-ton limbah elektronik. Kini muncul sebuah solusi untuk mengatasi hal tersebut, yakni dengan hadirnya smartphone modular. Smartphone modular ini menawarkan harga yang lebih terjangkau, dan juga ramah lingkungan. 

Smartphone modular juga menjadi jenis smartphone yang paling mudah untuk diperbaiki dan diupgrade. Pengguna bisa dengan mudah membuka dan membongkar komponen smartphone tersebut untuk digantikan dengan komponen yang baru atau lebih baik, tanpa harus memberikan dampak kerusakan ke komponen lain atau bahkan tidak akan mengganggu garansi yang ada. 

Ide utamanya adalah pengguna bisa melakukan perawatan sendiri dan smartphone akan bisa bertahan lebih lama lagi untuk digunakan. Namun, bagian yang bisa dibongkar pasang atau diganti itu bukanlah satu-satunya perbedaan yang bisa dilihat. 

Modular vs Semi-Modular

Memang benar smartphone modular mudah untuk dibongkar pasang. Ini akan memungkinkan pengguna untuk bisa mencopot komponen dan menggantinya dengan yang baru tanpa menggunakan alat-alat khusus. Smartphone Fairphone 3 dan 3 Plus serta Shift6M hanya membutuhkan obeng yang juga sudah disediakan saat pembelian perangkat. 

Beberapa komponennya bahkan menggunakan metode bongkar pasang seperti Lego, yang bisa dicopot hanya menggunakan tangan saja. Melakukan bongkar pasang juga tidak akan menghanguskan garansi. 

Beberapa smartphone lainnya hanya semi-modular. Itu artinya, hanya beberapa komponen saja yang bisa dibongkar pasang, sementara komponen lainnya tertanam dari pabrikan. Librem 5 dari Purism memiliki desain semi-modular yang menjadikan modem, kartu Wi-Fi dan juga baterai bisa dicopot. Namun Purism tidak menawarkan pergantian komponen lainnya seperti bagian layar. 

Smartphone semi-modular lainnya adalah Doogee S95 dan yang lebih lama adalah Moto Z dari Motorola. Smartphone tersebut memiliki baterai, speaker dan tambahan lainnya yang bisa dipasangkan ke bagian belakang smartphone. Bahkan saat melakukan pemasangan, perangkat tidak harus dimatikan terlebih dahulu. 

Smartphone semi-modular juga sangat ramah lingkungan seperti model smartphone pada umumnya, namun tidak bisa lebih lama awetnya jika dibandingkan dengan smartphone yang benar-benar modular. Sebab, komponen yang bisa dipasang itu tidak lebih hanya sebuah aksesoris tambahan, ketimbang komponen pengganti. Jika komponen utama rusak, maka pengguna tetap membayar biaya perbaikan termasuk membeli komponen pengganti.

Leave a Reply

Send this to a friend