Kumpulan Contoh Proposal Skripsi dan Sistematika Penulisannya, Yuk Disimak!

Untuk mendapatkan gelar sarjana seorang mahasiswa harus melakukan sebuah penelitian berdasarkan konsentrasi jurusan yang dipilihnya. Penelitian ini akan dituangkan dalam sebuah skripsi.

Namun, sebelum melakukan proses penyusunan skripsi, biasanya terlebih dahulu dilakukan pembuatan proposal skripsi.

Proposal skripsi ini akan memberikan gambaran mengenai penelitian yang akan kita lakukan. Artikel ini akan membahas tentang sistematika penulisan proposal skripsi beserta contoh proposal skripsi. Mari kita simak!

Sistematika Penulisan Proposal Skripsi

Sebelum masuk kedalam bagian isi proposal skripsi, terdapat halaman untuk cover atau sampul yang berisi judul proposal penelitian skripsi dan identitas penulis, seperti nama, nomor induk mahasiswa, logo universitas atau perguruan tinggi yang bersangkutan dan sebagainya.

Serta terdapat juga lembaran halaman mengenai pengesahan proposal skripsi. Setelah itu barulah kita memasuki halaman yang berkaitan dengan isi proposal skripsi. Proposal penelitian untuk skripsi secara garis besar memuat bagian-bagian sebagai berikut :

  1. Kata Pengantar
  2. Daftar Isi
  3. Bab I Pendahuluan
  4. Bab II Tinjauan Pustaka
  5. Bab III Metodologi Penelitian
  6. Daftar Pustaka

1. Kata Pengantar

Kata pengantar merupakan halaman yang berisi tulisan mengenai ungkapan sepatah dua patah kata oleh si penulis atas selesainya penelitian yang dilakukan, baik tentang ucapan rasa syukur, ucapan rasa terima kasih, ataupun tujuan dan manfaat penulisan serta kritik dan saran yang membangun.

2. Daftar Isi

Daftar isi merupakan halaman yang menjadi petunjuk isi pokok dalam sebuah proposal penelitian skripsi. Daftar isi ibarat sebuah peta yang menunjukan letak-letak bagian dari proposal penelitian tersebut.

3. Bab I Pendahuluan

Pendahuluan adalah bab terpendek, namun merupakan bagian yang paling penting dari proposal skripsi. Bagian ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada pembaca tentang penelitian yang diajukan.

Dalam pendahuluan, tulisan dapat dimulai dengan pemaparan tentang apa yang memotivasi penulis untuk melakukan penelitian dan memaparkan dengan jelas mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan. Kemudian dapat dilanjutkan dengan memaparkan apa yang melatarbelakangi penelitian yang akan dilakukan.

Yang merupakan bagian dari bab ini, diantaranya :

a. Latar Belakang Masalah

Dimana, latar belakang masalah merupakan pemaparan secara sistematis tentang gejala dan peristiwa yang disinyalir menimbulkan permasalahan, sehingga dapat dilakukan sebuah penelitian.

Ketika memaparkan latar belakang masalah, juga perlu disebutkan penelitian-penelitian yang terdahulu dalam bidang penelitian yang akan dilakukan. Hal ini bukan hanya penting bagi si peneliti dalam memperoleh pengetahuan tentang keadaan terkini dari permasalahan yang akan diselesaikan, namun juga dapat membantu pembaca untuk mengikuti perkembangan penelitian yang sudah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. Penjabaran dilakukan secara ringkas dengan membaca sumber tulisan yang dimaksud dan bukan hanya sekedar menyebutkan artikel-artikel yang ditinjau.

Pada bagian akhir latar belakang masalah, sebutkanlah alasan mengapa penelitian yang akan dilakukan perlu dan apa perbedaannya dengan penelitian-penelitian yang sebelumnya.

b. Rumusan Masalah

Bagian rumusan masalah merupakan konteks dari sebuah penelitian yang menceritakan alasan mengapa penelitian tersebut dilakukan dan merupakan pengantar kepada tujuan penelitian.

Masalah yang akan diteliti dalam skripsi dirumuskan berupa research question, yaitu sebuah pertanyaan yang jelas, terfokus, singkat, kompleks dan diperdebatkan serta menjadi pertanyaan utama dari penelitian.

Secara umum, rumusan masalah hendaklah memenuhi kriteria berikut :

1) Menyatakan suatu masalah dengan ringkas, jelas dan sederhana.

2) Relevan terhadap ilmu pengetahuan dan penelitian pada masa kini.

3) Memungkinkan untuk dijawab/diuji secara ilmiah.

4) Diajukan dalam bentuk kalimat pertanyaan yang tidak hanya dijawab dengan ya atau tidak saja.

c. Batasan atau Ruang Lingkup Penelitian

Batasan atau ruang lingkup penelitian berguna untuk menghindari penyimpangan atau perluasan yang tidak perlu, baik bagi si peneliti maupun untuk penulisan skripsi mengenai masalah yang akan diteliti.

Batasan atau ruang lingkup penelitian hendaklah mempertimbangkan beberapa hal, yaitu sebagai berikut:

1) Pembatasan dalam konteks bidang keilmuan. Hal ini harus sesuai dengan disiplin ilmu yang berkaitan dengan penelitian kita.

2) Pembatasan dalam konteks permasalahan. Mengikuti tentang masalah apa yang telah dirumuskan dan mengeluarkan hal-hal di luar permasalahan penelitian.

3) Pembatasan dalam konteks materi pembahasan teoritis. Memberikan batasan tentang dasar teori yang akan dibahas, alasan mengapa dimasukkan atau dikeluarkannya satu pokok bahasan dan lain-lain.

d. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan suatu indikasi ke arah mana penelitian itu dilakukan atau data-data serta informasi apa yang ingin dicapai dari penelitian tersebut. Tujuan penelitian tidak dirumuskan dengan kalimat tanya, melainkan dengan pernyataan konkret yang dapat diamati dan dapat diukur.

Tujuan penelitian hendaklah dinyatakan dengan jelas dan mengandung karakteristik sebagai berikut :

1) Merupakan kelanjutan dari konsekuensi logis perumusan suatu masalah.

2) Tujuan penelitian adalah untuk menyelesaikan permasalahan yang telah dirumuskan.

3) Hendaklah tunggal. Hanya menyatakan satu tujuan.

4) Kesimpulan di bab terakhir, hendaklah merupakan jawaban (respon) terhadap tujuan penelitian ini.

e. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan dampak dari pencapaian tujuan penelitian yang dilakukan dan hasil dari pemecahan rumusan masalah secara tepat dan akurat. Penjelasan manfaat penelitian yang dilakukan dapat dibuat dalam konteks sumbangan pengetahuan, bahan pertimbangan untuk mengatasi masalah, perbaikan atas metode penyelesaian yang sudah ada, dan lain-lain.

4. Bab II Tinjauan Pustaka

Bab tinjauan pustaka ini terdiri dari :

a. Landasan Teori

Pada bagian landasan teori ini dijelaskan secara lebih terperinci mengenai teori-teori serta memuat penjelasan yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitian yang disusun secara rapi dan sistematis . Teori-teori tersebut diambil dari buku/literatur. Sumber teori yang dirujuk pada bagian ini harus dicantumkan dan tertera pada bagian daftar pustaka nantinya.

b. Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual menjelaskan tentang konsep dan prinsip dasar yang diperlukan untuk pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitian. Kerangka konseptual ini akan menghubungkan secara teoritis antara variabel independen dengan variabel dependen. Kerangka konseptual juga diharapkan dapat memberikan gambaran dan mengarahkan asumsi mengenai variabel-variabel yang akan diteliti.

c. Hipotesis

Hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap masalah yang akan diteliti dan membutuhkan pembuktian untuk kebenaran dugaan tersebut dengan pengujian melalui pengumpulan data pada penelitian.

Dalam upaya untuk membuktikan kebenarannya, peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan atau menciptakan suatu gejala yang disebut juga dengan percobaan atau eksperimen. Hipotesis yang telah terbukti kebenarannya disebut teori.

5. Bab III Metodologi Penelitian

Metodologi merupakan sebuah sistem panduan untuk menyelesaikan suatu masalah dan memiliki beberapa komponen khusus seperti tahapan, metode, teknik dan alat. Metodologi penelitian meliputi sekumpulan proses terstruktur mengenai peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh peneliti dalam menyelesaikan penelitiannya.

Bab metodologi penelitian ini terdiri dari :

a. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian merupakan sebuah cara berpikir yang diadopsi peneliti tentang bagaimana desain penelitian dibuat dan bagaimana penelitian akan dilakukan. Pendekatan penelitian ini ada beberapa jenis, yaitu kualitatif, kuantitatif, ataupun kemungkinan gabungan dari keduanya.

b. Tempat dan Waktu Penelitian

Bagian ini akan memberikan informasi mengenai tempat dilakukannya penelitian dan waktu yang digunakan selama proses penelitian berlangsung.

c. Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian atau jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti . Satuan-satuan dalam populasi tersebut dinamakan unit analisis, dapat berupa orang-orang, institusi-institusi, benda-benda, dan lain sebagainya.

Sampel merupakan sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti. Sampel juga merupakan bagian kecil dari populasi. Sampel yang baik adalah sampel yang bersifat representatif atau yang dapat menggambarkan karakteristik populasi.

d. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data agar memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan wawancara, observasi, angket/kuesioner maupun dokumentasi.

e. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data adalah suatu metode atau cara yang dilakukan untuk mengolah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solusi permasalahan tentang penelitian yang dilakukan.

Teknik analisis data juga dapat digunakan untuk menarik kesimpulan mengenai karakteristik populasi berdasarkan data yang diperoleh dari sampel, yang dibuat dengan dasar pendugaan dan pengujian hipotesis. Teknik analisis data diantaranya, teknik analisis data kuantitatif, teknik analisis data kualitatif, teknik analisis data deskriptif dan lain sebagainya.

6. Daftar Pustaka

Daftar pustaka merupakan susunan tulisan di akhir sebuah karya ilmiah atau penelitian yang isinya berupa nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit dan tahun terbit. Daftar pustaka ini digunakan sebagai sumber atau rujukan seorang penulis dalam berkarya atau melakukan penelitian.

Kumpulan Contoh Proposal Skripsi + PDF

1. Contoh Proposal Skripsi 1

2. Contoh Proposal Skripsi 2

3. Contoh Proposal Skripsi 3

4. Contoh Proposal Skripsi 4

5. Contoh Proposal Skripsi 1

Itulah penjabaran mengenai sistematika penulisan proposal skripsi beserta contoh proposal skripsinya. Namun, sebenarnya setiap universitas atau perguruan tinggi memiliki sistematika penulisan proposal skripsinya masing-masing.

Tapi secara umum dapat dijabarkan seperti yang tertera di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman sekalian. Sekian dan terima kasih!

Leave a Reply

Send this to a friend