5 Game yang Dilarang oleh Kemendikbud, Sudah Tahu?

Perkembangan game pada era digital saat ini sengatlah berkembang pesat. Para developer game pun semakin giat untuk mengembangkan game buatan mereka agar rating game mereka terus berada dipuncak dan para pecinta game terus menggunakan game buatannya. Karena semakin pesatnya kecanggihan teknologi saat ini, orang dewasa maupun anak-anak sekarang dapat bermain game di smartphone dan playstation milik mereka.

Tapi, tahukah kamu kalau ada game yang dilarang oleh Kemendikbud untuk dimainnya oleh anak-anak ? Karena game tersebut berisi muatan adegan kekerasan dan adegan dewasa yang tidak baik untuk perkembangan anak-anak. Bermain game tidak dilarang, namun para orangtua sebaiknya tetap memperhatikan agar game tidak berbahaya bagi perkembangan anak mereka.

Berikut 5 game yang dilarang oleh Kemendikbud untuk diaminkan anak dibawah umur.

1. Bully

Bully

Image : gtaboom

Bully adalah game petualangan yang dirilis oleh Rockstar Vancouver tanggal 17 Oktober 2006 di Amerika Utara dan di Inggris tanggal 25 Oktober 2006. Game ini dirilis ulang pada tanggal 4 Maret 2008 dengan judul Bully: Scholarship Edition untuk Wii dan Xbox 360, dan dirilis pada tanggal 24 Oktober 2008 untuk PC.

Game ini menceritakan seorang anak nakal dan yatim piatu yang selalu dikeluarkan oleh sekolahnya karena selalu terlibat perkelahian. Game ini dianggap mengajak anak-anak sekolah untuk berbuat keonaran di sekolah dan dianggap dapat merusak moral generasi muda. Bagaimana tanggapan kamu tentang game ini ?

2. Mortal Kombat

Mortal Kombat

Image : cdn.cdkeys.com

Game besutan Ed Boon dan John Tobias ini dirilis pada tahun 1992. Mortal Kombat juga merupakan salah satu game fighting yang sangat kontroversial dan cukup terkenal dengan kebrutalan dan aksi sadis yang ditampilkan oleh setiap karakternya ketika tengah berlaga.

Dari pertama kali game ini dirilis, Mortal Kombat ini langsung menjadi sorotan bagi setiap gamers karena terbilang sangat berbeda dari game-game fighting lainnya. Bahkan, sering menampilkan gambar yang benar-benar sadis dimana organ tubuh manusia tampak seperti benar-benar nyata dan selalu menampilkan darah yang berlebihan. Meskipun tergolong game sadis dan juga sangat sadis, namun grafik yang ditampilkan oleh game ini sangatlah detail dan bagus.

3. Grand Theft Auto (GTA)

GTA

Image : igg-images.com

Game ini bergenre aksi-petualangan yang dibuat oleh Rockstar North dan diterbitkan oleh Rockstar Games. Permainan ini sangat dikhawatirkan akan merusak moral anak-anak karena pemain bebas melakukan apa saja yang ia inginkan.

Pemain bisa mendapatkan poin dengan membuat kematian dan kehancuran di tengah-tengah lalu lintas di kota, atau mencuri dan menjual mobil untuk mendapatkan keuntungan. Meskipun untuk mencapai target besar jumlah uang untuk menyelesaikan level, pemain biasanya akan memilih untuk menyelesaikan misi yang akan mendapatkan satu multiplier untuk setiap keberhasilan dan kehilangan satu untuk setiap kegagalan mereka. Multiplier mengalikan jumlah nilai poin untuk apa saja.

Beberapa tindak pidana memiliki multiplier yang melekat misalnya, dengan menggunakan mobil polisi untuk menjalankan misi lebih dari orang-orang menggandakan jumlah poin yang diterima. Dengan game ini memuat adegan kekerasan dan adegan dewasa serta Grand Theft Auto ini juga dianggap mengajarkan anak-anak bagaimana merampok sesuatu dari orang lain dan memperjual-belikan narkoba. Tentu saja game ini sangat tidak dianjurkan untuk dimainkan oleh anak dibawah umur.

4. Point Blank

Point blank

Image : duniagamesonline.com

Pasti kamu sering melihat anak-anak Sekolah Dasar sedang bermain Point Blank di setiap warnet, kan ? Faktanya, permainan ini dilarang pemerintah untuk dimainkan anak-anak karena dapat merusak perkembangan anak tersebut. Karena game ini dianggap memiliki unsur negatif dan adegan berbahaya yang tidak cocok dimainkan oleh anak-anak.

Point Blank sendiri adalah sebuah permainan komputer ber-genre FPS yang dimainkan secara online. Permainan ini dikembangkan oleh Zepetto dari Korea Selatan dan dipublikasikan oleh Zepetto. Selain di Korea Selatan, permainan ini mempunyai server sendiri di beberapa negara seperti, Theiland, Rusia, Indonesia, Brazil, Turki, Amerika Serikat, dan Peru.

Di Indonesia, permainan ini dikelola oleh Garena. Point Blank berkisah tentang perseteruan antara Free Rebels dan pemerintah yang dalam hal ini adalah Counter Terrorist Force (CT-Force).

5. Call of Duty

Call of Duty

Image : dlcompare.com

Permainan ini pertama kali dirilis pada tanggal 29 oktober 2003. Game ini adalah seri permainan tembak-menembak orang pertama (First-person Shooter) dengan engine berdasarkan permainan Quake III: Team Arena.

Permainan perang ini awalnya mensimulasikan tentara dan persenjataan dalam Perang Dunia Kedua. Dipublikasikan oleh Activision dan dikembangkan oleh Infinity Ward, Treyarch dan Sledgehammer Games. Game ini juga dianggap memiliki konten kekerasan dan tidak dianjurkan untuk dimainkan oleh anak-anak.

Anak-anak dizaman sekarang ini sangatlah cerdas dan aktif, sehingga untuk menaklukkan game di era digital saat ini sangatlah mudah. Sebagai orangtua, sebaiknya membatasi anak untuk bermain video game. Dikarenakan video game membuat anak kecanduan dan menghambat pertumbuhan mereka.

Dan solusi terbaik untuk membatasi anak bermain video game adalah dengan cara membiarkan mereka bermain video game hanya 2-3 jam perhari, dengan begitu pendidikan anak tidak terganggu. Orangtua juga harus cerdas untuk memilih video game apa yang akan dimainkan anaknya, karena developer game sekarang sudah menentukan batasan usia pada game yang mereka buat.

Berikut batasan usia pada game yang dapat dilihat orangtua untuk memilih game yang akan dimainkan oleh anak :

1. Early Childhood (cocok untuk anak usia dini)
2. Everyone (untuk semua umur)
3. Everyone 10+ (untuk usia 10 tahun ke atas)
4. Teen (untuk usia 13 tahun ke atas)
5. Mature (untuk usia 17 tahun ke atas)
6. Adults Only (untuk dewasa)

Leave a Reply

Send this to a friend