Hampir Mustahil Perusahaan Kecil Mengalahkan Microsoft Edge, Google Chrome Ataupun Apple Safari

Hampir Mustahil Perusahaan Kecil Mengalahkan Microsoft Edge, Google Chrome Ataupun Apple Safari

NESABAMEDIA.COMSejumlah penelitian terbaru menyoroti sejauh mana perjuangan berat yang harus dihadapi oleh vendor browser kecil dan baru semacam Opera, yang mencoba untuk bersaing dengan nama-nama besar seperti Microsoft Edge, Google Chrome ataupun Mozilla Firefox. 

Data yang disediakan secara eksklusif oleh platform intelijen digital SimilarWeb menunjukkan bahwa jumlah unduhan browser Opera, salah satu browser penantang itu sebanding dengan jumlah yang dicapai oleh Microsoft Edge. 

Antara bulan Januari dan Mei 2022, halaman konfirmasi pengunduhan Opera telah dikunjungi sebanyak 12,03 juta kali di perangkat desktop, sedangkan traffic halaman unduhan browser Edge mencapai angka 12,40 juta.

Berbeda dengan data Opera, angka untuk Edge tidak menunjukkan unduhan yang telah selesai, yang berarti bahwa browser dengan nama lebih kecil mungkin pada kenyataanya mampu menarik lebih banyak unduhan dibandingkan pesaing mereka yang lebih besar untuk periode tersebut.

Namun, terlepas dari apa yang mungkin ditunjukkan oleh statistik ini mengenai popularitas setiap layanan, data pangsa pasar dari Statcounter menunjukkan bahwa Microsoft Edge dengan pangsa pasar sebesar 10,12%, memiliki empat kali jumlah pengguna desktop ketimbang Opera yang memiliki pangsa pasar sebesar 2,8%. Lalu apa yang menyebabkan ketidaksesuaian ini?

Kekuatan Default Browser

Salah satu interpretasi data adalah bahwa, meskipun browser seperti Opera mungkin menarik jumlah minat pengguna yang sama dengan Edge, kemampuan mereka untuk bersaing pada level yang tidak dipatok, terhambat oleh kekuatan eksternal tertentu. 

Yang paling menonjol adalah fakta bahwa Microsoft Edge telah terpasang sebelumnya dengan semua perangkat Windows 10 dan 11, yang jumlahnya mencapai miliaran unit.

Browser Opera di sisi lain, hampir tidak terpasang sebelumnya pada perangkat pengguna. Hal ini membuat Opera harus mengandalkan inovasi perangkat lunak secara eksklusif untuk bisa menarik minat pengguna. 

Sampai dengan adanya kebijakan yang lebih adil untuk mencegah Apple, Google dan Microsoft memanfaatkan kendali atas sistem operasi mereka, untuk mempromosikan produk mereka sendiri, adalah hal yang mustahil bagi Opera untuk bisa memenangkan perang browser ini. 

Editor: Muchammad Zakaria

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend