Jenis-jenis Limbah

10+ Jenis-jenis Limbah Beserta Contoh dan Penjelasannya, Sudah Tahu?

Limbah merupakan hasil kegiatan yang setiap hari dan selalu dirasakan oleh manusia. Dampaknya sudah pasti ada yang negatif dan ada yang positif walaupun pada akhirnya banyak yang negatif.

Limbah yang ada di kehidupan sehari-hari tidak hanya dihasilkan oleh kegiatan manusia tetapi kegiatan-kegiatan dari pihak lain. Bentuk-bentuk limbah sendiri juga tidak hanya berpatok pada barang-barang yang bentuknya padat, tetapi ada juga yang berbentuk cair maupun gas. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

Jenis-jenis Limbah dan Contohnya

Jika dilihat secara umum, jenis limbah dikategorikan menjadi 4 macam, yaitu berdasarkan wujud atau bentuknya, kandungan senyawa, sumber, dan sifatnya. Berikut penjelasannya, antara lain:

A. Berdasarkan wujud atau bentuk

Berdasarkan wujud atau bentuk, limbah terbagi menjadi 4 golongan, yaitu:

1. Limbah Padat

limbah padat

limbah padat

Limbah ini berasal dari kegiatan industri dan domestik seperti limbah padat rumah tangga, kegiatan perdagangan, perkantoran, peternakan, pertanian, dan tempat-tempat umum. Contohnya bisa kita lihat dalam limbah pasar, kotoran hewan atau manusia, limbah padat industri, dan blotong dari pengolahan tebu menjadi gula, dan lain-lain.

Jenis-jenis limbah padat bisa kita temui antara lain: kertas, kayu, kain, karet/kulit tiruan, plastik, metal, gelas/kaca, organik, bakteri, kulit telur, dan lain-lain. Terdapat 2 jenis limbah padat, yaitu limbah padat yang bisa didaur ulang dan limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis dan dalam penanganannya bisa dengan cara ditimbun di suatu tempat, diolah kembali kemudian dibuang dan dibakar.

2. Limbah Cair

limbah cair

limbah cair

Limbah ini berasal dari pabrik yang banyak menggunakan air dalam sistem prosesnya maupun bahan baku yang mengandung air sehingga dalam proses pengolahan dibuang. Semua perlakuan tersebut pasti mengakibatkan buangan air dan jenis limbah ini berasal dari sisa kegiatan yang berbentuk cair. Selain itu, cairan tersebut juga ada yang tercampur dengan bahan-bahan lainnya yang mudah larut ke dalam air.

Limbah cair bisa ditemui di kehidupan rumah tangga seperti limbah rumah tangga, hasil sisa cuci pakaian, sisa air tinja, sisa air pewarna, sisa produksi tahu tempe, air buangan usaha laundry, limbah cair dari industri, dan lain-lain.

3. Limbah Gas

Jenis-jenis Limbah Gas

limbah gas

Limbah ini berasal dari partikel asap dan jelaga, hidrokarbon, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon atau asap kabut fotokimiawi, karbon monoksida, dan timah. Media pencemar dari limbah gas adalah udara, misal limbah gas berupa asap yang diproduksi pabrik keluar bersamaan dengan udara sehingga nanti limbah tersebut menyebar ke udara apalagi dibantu oleh angin persebarannya semakin luas.

Jika kandungan gas yang masuk ke udara melebihi kandungan alami, maka kualitas udara akan semakin menurun. Ciri-ciri jika udara sudah tercemar oleh gas adalah adanya bau tertentu seperti SO2, NOx, CO, CO2, hidrokarbon, dan lain-lain. Limbah gas tergolong dalam limbah yang berbahaya, karena limbah ini terdiri dari beberapa jenis senyawa kimia yang tercampur ke dalam gas.

Berikut adalah beberapa contoh limbah gas yang sangat berbahaya bagi kesehatan apalagi jika dihirup oleh manusia, antara lain: limbah nitrogen, limbah freon, limbah karbon monoksida, dan limbah sulfur oksida.

4. Limbah suara

limbah suara

limbah suara

Limbah ini berbentuk gelombang bunyi dan sangat mengganggu karena penyebarannya melalui udara seperti suara dari rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya. Contoh bunyi sirine ambulans.

B. Berdasarkan Kandungan Senyawa

Berdasarkan kandungan senyawanya, limbah terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Limbah Organik

limbah organik

limbah organik

Limbah ini mengandung senyawa-senyawa organik yang berasal dari makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan. Penanganan limbah ini cukup mudah karena bisa ditangani dengan menjadi senyawa organik melalui proses biologis, baik aerob maupun anaerob.

Limbah tersebut bisa dilihat contohnya antara lain: tinja hewan, kertas, dedaunan, kulit telur, kulit pohon, sisa-sisa sayuran, tulang hewan, buah-buahan busuk, dan lain-lain. Limbah ini dapat diuraikan kembali oleh suatu bakteri tertentu, contoh kotoran hewan bisa dijadikan sumber gas untuk memasak. Selain itu bisa diolah sebagai pupuk kompos untuk penyubur tanaman.

2. Limbah Anorganik

Jenis-jenis Limbah Anorganik

limbah anorganik

Limbah ini lebih banyak mengandung senyawa anorganik sehingga cenderung sulit untuk ditangani. Limbah ini juga merupakan sisa sampah yang tidak dapat diuraikan kembali oleh dekomposer atau bakteri tertentu. Contoh limbah yang bisa ditemui antara lain: kaca, plastik, logam, besi tua, sisa sabun cuci, sisa kain, limbah pabrik, limbah minyak, dan lain-lain.

Limbah anorganik yang bisa didaur ulang seperti plastik bisa dijadikan kerajinan tangan, logam bisa dilebur kembali untuk keperluan peralatan lainnya. Limbah anorganik yang tidak bisa diuraikan antara lain limbah pabrik cair.

C. Berdasarkan Sumbernya

Berdasarkan sumbernya, limbah terdiri dari 2 sumber, yaitu:

1. Limbah Industri/Non-Domestik

limbah industri

limbah industri

Limbah ini dihasilkan dari berbagai proses industri seperti limbah pabrik, limbah penambangan, limbah radioaktif pembangkit listrik tenaga nuklir, limbah rumah sakit, perikanan, peternakan, pertanian, dan lain-lain. Limbah ini ditangani oleh pemerintah secara serius karena dampaknya sehingga pemerintah telah mengatur mekanisme dari tiap perusahaan industri.

Limbah industri terbagi menjadi 3 jenis, yaitu limbah industri padat yang berupa dari padatan lumpur, hasil dari proses pengolahan seperti plastik, kantong, sisa kain, sisa elektronik, kertas, kabel, besi, dan lain-lain. Limbah industri gas berupa limbah dari sumber alami atau hasil dari aktivitas manusia seperti pembakaran pada pabrik, kebocoran gas, asap, dan lain-lain.

Limbah industri cair berupa limbah yang dikeluarkan oleh pabrik berbentuk cair dan dibuang langsung ke saluran air, kali, maupun selokan. Contoh bisa dilihat pada sisa pewarna pakaian yang bentuknya cair.

2. Limbah Domestik

limbah domestik

limbah domestik

Limbah ini dihasilkan dari berbagai kegiatan rumah tangga seperti kaleng bekas, air cucian, kantong plastik, kardus bekas, dan lain-lain. Limbah ini menjadi salah satu jenis limbah yang permasalahannya masuk kategori serius karena pada umumnya limbah ini tidak dikelola dengan baik dan tepat.

Daerah perkotaan menjadi tempat limbah ini bersarang alias memiliki persentase besar apalagi dalam hal kerusakan lingkungan hidup. Limbah ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu limbah cair domestik dari kegiatan rumah tangga yang tidak akan mengganggu lingkungan jika jumlahnya sedikit tetapi sudah dipastikan dapat merusak lingkungan.

Limbah padat domestik dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga yang bisa mencemari lingkungan apalagi dalam bentuk banyak sekali, antara lain kertas kardus, barang bekas, dan lain-lain.

D. Bersadarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, limbah terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Limbah Biasa

Jenis-jenis Limbah Biasa

limbah biasa

Limbah ini tidak menyebabkan kerusakan pada skala kecil dan jangka panjang sehingga bisa dibilang limbah ini masuk ke dalam limbah organik.

2. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

limbah b3

limbah b3

Limbah ini menyebabkan kerusakan serius walaupun pada skala yang kecil baik dalam jangka pendek maupun panjang. Ciri-ciri dari limbah ini adalah bersifat korosif, mudah meledak, mudah terbakar, menyebabkan infeksi, bisa keracunan, dan lain-lain. Otomatis dalam limbah ini pasti mengandung bahan baerbahaya dan beracun.

Secara langsung dan tidak langsung limbah ini dapat merusak dan mencemari lingkungan hidup sehingga membahayakan kesehatan manusia. Selain itu juga dapat mengancam kelangsungan hidup manusia maupun organisme lainnya. Limbah ini dihasilkan dari kegiatan industri dan beberapa kegiatan rumah tangga.

Limbah-limbah tersebut bisa ditemui antara lain dalam bekas pengharum ruangan, pemutih pakaian, deterjen pakaian, pembersih kamar mandi, pembersih kaca jendela, pembersih lantai, pengkilat kayu, pembersih oven, pembasmi serangga, lem perekat, hair spray, parfum semprot, batu baterai. Limbah ini terbagi menjadi 4 jenis, yaitu: limbah B3 padat, cair, gas, dan partikel yang tidak terdefinisikan.

Nah, itulah penjelasan singkat dan padat tentang jenis-jenis limbah yang perlu anda ketahui karena ternyata setelah membaca ini limbah di sekitar lingkungan anda banyak yah. Dari hal tersebut cobalah menjadi konsumen yang pintar dalam meminimalisir limbah anda. Sehingga kita secara tidak langsung juga bisa memberi dampak positif bagi bumi dan kelangsungan hidupnya.

Semoga dengan tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan.

Leave a Reply

Send this to a friend