• Our Partners:

Pengertian wawancara adalah

Pengertian Wawancara Beserta Tujuan, Ciri-Ciri dan Jenisnya, Yuk Disimak!

Pengertian Wawancara

Pengertian wawancara

Wawancara adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih untuk melakukan percakapan, biasanya terdapat narasumber dan pewawancara. Kegiatan wawancara dilakukan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai topik tertentu. Sehingga narasumber yang dipilih adalah orang yang benar-benar mengerti dan memahami tentang topik yang akan ditanyakan.

Wawancara biasanya dilakukan secara terstruktur dengan jelas. Sehingga dilakukan dengan diskusi 2 arah, seperti melakukan percakapan pada umumnya. Tetapi, jika melakukan wawancara akan lebih formal atau terdapat hal yang ingin benar-benar diketahui. Namun, wawancara tidak semuanya dilakukan secara formal, melainkan disesuaikan kembali dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi.

Pengertian Wawancara Menurut Para Ahli

Pengertian wawancara menurut para ahli

Berdasarkan informasi penjelasan mengenai pengertian wawancara secara umum, terdapat pengertian lain mengenai wawancara. Para ahli juga mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian wawancara menurut versinya masing-masing. Berikut merupakan beberapa penjelasan mengenai pengertian wawancara menurut para ahli:

1. Menurut Charles Steward and W. B Cash

Charles Steward dan W.B Cash menyatakan pendapatnya mengenai wawanaca yang merupakan suatu proses komunikasi yang dilakukan berpasangan dengan tujuan yang serius dan sudah ditentukan. Sehingga hal ini ditujukan untuk bertukar perilaku dengan tanya jawab yang berlangsung saat wawancara dilakukan.

Proses komunikasi ini dilakukan untuk memperoleh informasi dari komunikasi antar orang-orang yang terlibat dalam wawancara. Sehingga tujuan atau topik tentu akan dipersiapkan sebelum wawancara dimulai. Hal ini agar eksekusi wawancara berjalan dengan maksimal dan sesuai dengan harapan.

2. Menurut Koentjaraningrat

Koentjaraningrat menyatakan pendapatnya mengenai wawancara yang merupakan suatu metode yang digunakan untuk menyelesaikan tugas tertentu, digunakan untuk memperoleh informasi dengan melakukan komunikasi secara langsung dengan responden. Wawancara yang dilakukan secara langsung mempertemukan pewawancara dan narasumbernya untuk bertukar komunikasi dan menyampaikan informasinya.

Dengan adanya wawancara yang dilakukan dapat memenuhi tugas yang ada, sehingga dapat diselesaikan dengan mudah. Wawancara dapat dilakukan dengan beragam cara untuk menggali beragam informasi dari narasumber agar dapat memenuhi kebutuhan data terkait suatu topik tertentu.

3. Menurut Lexy J. Moleong

Lexy K. Moleong menyatakan pendapatnya bahwa wawancara adalah percakapan yang memiliki tujuan tertentu. Metodenya dilakukan secara langsung bertatap muka dengan responden atau narasumber. Data dan informasinya didapatkan secara lisan dari narasumber dalam wawancara. Sehingga pewawancara harus tanggap dengan segala jawaban yang diberikan oleh narasumber.

Percakapan ini memiliki topik yang spesifik, sehingga dapat dipelajari oleh pihak yang terlibat dalam wawancara. Pemahaman terkait topik yang akan diajukan penting untuk dipelajari narasumber agar dapat memberikan jawaban atas informasi dengan jelas. Sehingga wawancara dapat diselenggarakan dengan baik dan mencapai tujuannya.

4. Menurut Sugiyono

Sugiyono menyatakan pendapatnya bahwa wawancara adalah suatu metode pengumpulan data secara langsung baik tatap muka ataupun melalui perantara seperti telepon. Wawancara dapat dilakukan dengan cara terstruktur dan tidak terstruktur. Hal tersebut bergantung pada model wawancara seperti apa yang akan dilakukan.

Wawancara menjadi salah satu cara yang baik untuk melakukan pengumpulan data. karena dapat bertemu langsung dengan narasumber yang paham betul mengenai topik yang ingin diketahui. Hal ini akan memudahkan peneliti atau pewawancara dalam memperoleh banyak data dan informasi penting dari narasumber.

Manfaat dan Tujuan Wawancara

Tujuan wawancara

Manfaat dan tujuan yang paling utama dalam wawancara adalah untuk menggali data atau informasi sebanyak-banyaknya. Wawancara yang dilakukan tentu memiliki manfaat dan tujuan yang beragam. Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan manfaat dan tujuan dari setiap wawancara yang dilakukan:

1. Mendapatkan informasi dari narasumber utama

Sudah menjadi tujuan utama dari wawancara untuk mendapatkan informasi dari narasumber. Sehingga setiap wawancara yang dilakukan tentu akan ada informasi-informasi penting yang ingin diketahui dari narasumber.

2. Menggali data dan informasi untuk digunakan sebagai data pelengkap yang sudah dikumpulkan sebelumnya

Wawancara yang dilakukan tidak selalu digunakan untuk memperoleh data utama. Melainkan bisa juga digunakan untuk mendapatkan data-data atau informasi pendukung dari data yang sudah dimiliki. Sehingga data dan informasi ini bisa digunakan untuk menambah banyak referensi data untuk mendukung data utama.

3. Menggali data untuk dilakukan pengujian lebih lanjut sebagai bahan data penelitian

Selain mendapatkan data sekunder sebagai pelengkap data utama, wawancara juga bisa digunakan untuk penggalian data yang akan diuji. Sehingga hasil dari wawancara yang telah dilakukan dapat dilakukan pengujian dan analisis untuk mendapatkan kesimpulan atau dapat menjawab permasalahan yang diteliti.

Ciri-Ciri Wawancara

ciri-ciri Wawancara

Selain manfaat dan tujuan yang dimiliki oleh wawancara, terdapat pula ciri-ciri dari wawancara sebagai berikut:

1. Netral

Sikap yang harus dimiliki oleh pewawancara adalah harus bersikap netral dan tidak memihak apapun jawaban yang diberikan oleh narasumber. Apapun informasi yang diberikan oleh narasumber, harus dicatat dan direkam dengan baik oleh pewawancara sebagai sumber data atau informasi yang dicari. Sehingga pewawancara tidak seharusnya untuk memihak segala jawaban yang diberikan oleh narasumber.

2. Adil

Sikap adil dalam wawancara harus diterapkan agar tidak ada permasalahan yang mendiskriminasi. Setiap narasumber memiliki andil yang sama dalam memberikan tanggapan berupa data atau informasi. Sehingga sikap pewawancara harus adil dan tidak memihak atau membeda-bedakan setiap narasumber yang akan diwawancarai. Oleh karena itu bagaimanapun kondisi narasumber, pewawancara harus bisa menghormati dan bersikap sopan terhadap semua narasumber dalam wawancara.

3. Menghindari ketegangan

Hal penting yang harus dilakukan dalam wawancara adalah menghindari ketegangan. Menciptakan suasana yang baik dan tidak gugup sangat penting untuk kelancaran proses wawancara. Ketegangan yang tercipta bukan hanya dari narasumber saja, melainkan pewawancara juga bisa mengalami rasa tegang dalam wawancara. Sehingga sangat penting untuk kedua pihak untuk tetap menjaga situasi wawancara dan tidak merasa tegang atau gugup.

4. Ramah

Dalam situasi wawancara, tentu akan ada kondisi yang menegangkan. Hal ini sikap pewawancara harus dapat memberikan kesan yang ramah dan menyenangkan agar suasana wawancara terlihat lebih hidup. Sikap ramah yang disampaikan pewawancara sangat menentukan kondisi saat wawancara, hal ini juga akan membantu suasana hati narasumber menjadi lebih rileks.

Jenis-Jenis Wawancara

Jenis Wawancara

Wawancara memiliki jenis yang beragam seperti berikut ini:

  1. Wawancara terpimpin, merupakan jenis wawancara yang formal dan terstrktur dengan jelas dan rapi. Jenis wawancara seperti ini biasanya sudah memiliki pedoman atau panduan mengenai tata cara dan pertanyaan apa saja yang harus ditanyakan kepada narasumber. Jenis wawancara ini dapat dikenal sebagai wawancara terstruktur.
  2. Wawancara bebas, merupakan jenis wawancara yang bersifat bebas atau santai. Sehingga wawancara dapat dilakukan dengan berbagai macam improvisasi dari pewawancara. Biasanya pedoman wawancara juga tidak dituliskan secara detil dan terperinci seperti pada wawancara terpimpin. Jenis wawancara ini dapat disebut dengan wawancara tidak terstruktur.
  3. Wawancara bebas terpimpin, merupakan jenis wawancara yang memiliki sifat gabungan dari wawancara terpimpin dan wawancara bebas. Sehingga pewawancara dapat melakukan improvisasi meskipun sudah memiliki panduan atau pedoman wawancara. Namun, pewawancara harus tetap mematuhi aturan yang telah disepakati dalam wawancara.
  4. Wawancara individual, merupakan jenis wawancara yang dilakukan dengan seorang pewawancara dan seorang narasumber yang dapat mewakili suatu instansi, organisasi, atau personal.
  5. Wawancara kelompok, merupakan jenis wawancara yang dilakukan dengan pewawancara dan sekelompok narasumber. Sehingga narasumber yang memberikan jawaban atau informasi tidak hanya berfokus pada satu orang saja, melainkan semua anggota kelompok dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara.

Dengan adanya pembahasan mengenai pengertian wawancara ini diharapkan dapat membantu anda dalam mempermudah proses belajar. Sehingga pemahaman mengenai wawancara lengkap dengan manfaat, tujuan, ciri-ciri serta jenisnya dapat dipelajari dengan mudah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk anda. Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend