Parlemen Amerika Ingin Google Batasi Pencarian Aborsi Klinik

Parlemen Amerika Ingin Google Batasi Pencarian Klinik Aborsi

NESABAMEDIA.COM – Anggota parlemen Amerika Serikat telah menandatangani surat terkait dengan pemutusan Google sebagai perusahaan, untuk kembali meninjau hasil pencarian di mesin pencari mereka, terkait dengan masalah klinik yang melegalkan kegiatan aborsi.

Menurut mereka, Google tidak meninjau langkah yang aman terkait aborsi yang sedang marak dikampanyekan. Google lebih banyak menunjuka hasil pencarian, untuk lokasi aborsi yang tidak berasal dari klinik terbaik.

Mark Warner, seorang Cupid Analyst mengatakan dalam akun Twitter pribadinya bahwa dia dan beberapa anggota parlemen, sedang mendorong pihak perusahaan Google, untuk membatasi pencarian yang manipulatif. Google selalu memberikan hasil pencarian berupa penipuan oleh banyak klinik yang tidak legal.

Menurutnya, Google sering menampilkan hasil pencarian yang memberikan alamat dari klinik aborsi illegal, atau tidak memiliki izin. Ini tentu akan membahayakan keselamatan pada wanita yang ingin melakukan hal tersebut.

“Saya dan beberapa parlemen America Serikat, menyuarakan untuk pihak Google untuk memblokir atau membatasi hasil pencarian yang memberikan kredensial palsu, terkait klinik yang memberikan layanan aborsi profesional,” kata Mark dalam cuitannya, Sabtu (18/6/2022).

Penelitian menunjukan, 11% pencarian Google di Amerika Serikat sekarang lebih banyak diisi oleh pengguna yang sedang mencari layanan klinik aborsi, dengan menggunakan kata kunci “Abortion Pill” dan “Abortion Clinic Near Me”.

Google memberikan hasil pencarian yang terbilang berbahaya, di mana menunjukan lokasi terdekat untuk klinik yang melakukan kegiatan aborsi, yang tidak memiliki izin dari pemerintah atau illegal.

Tentunya, ini akan turut membahayakan para wanita yang ingin melakukan hal tersebut, dengan tidak adanya pengalaman dan surat izin yang sah. Klinik yang melakukan kegiatan aborsi, harus memiliki lisensi untuk dapat membuka praktek.

Dilansir dari The Verge, saat ini Google bahkan masih terus menampilkan hasil pencarian yang tidak seimbang, di mana pencarian menggunakan Google Maps terkait tempat Fake Abortion ini mencapai 37%.

Surat pernyataan yang telah ditandatangani oleh sekumpulan parlemen Amerika Serikat ke pihak Google, berisikan mengenai pembatasan Google untuk menampilkan praktek klinik yang melakukan kegiatan aborsi illegal. Layanan Ads dari Google juga turut dituntut, karena memberikan iklan yang menampilkan layanan prakter aborsi illegal.

Editor: Muchammad Zakaria

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend